Akihiko Otsuka: Drummer Rock yang Membuat Prius Gen-3 Jadi Top

Kompas.com - 28/07/2009, 11:47 WIB

KOMPAS.com — Tradisi baru Toyota di seluruh dunia, saat memperkenalkan atau meluncurkan produk (juga model) baru, hal itu tidak lagi melulu dilakukan oleh para eksekutif perusahaan dan pimpinan pemasaran. Kini, pada acara seperti itu, Toyota selalu menampilkan tokoh yang memimpin rekayasa dan rancang bangun mobil yang diluncurkan.

Di Indonesia, hal tersebut sudah dilakukan beberapa kali. Saat meluncurkan Kijang Innova, dihadirkan Kaoru Hosokawa. Begitu juga ketika meluncurkan SUV Lexus RX350, dihadirkan Takayuki Katsuda.

Pimpin 2.000 insinyur
Saat pembukaan IIMS 2009 dan peluncuran Toyota Prius Generasi-3, Toyota menghadirkan tokoh yang memimpin rekayasa dan desain Prius, Akihiko Otsuka. Pria berperawakan agak kecil ini bertanggung jawab sebagai Chief Engineer, Product Planning, Toyota Passenger Vehicle Development Centre 2. Tepatnya, ia diberi tanggung jawab oleh Toyota Motor Corporation (TMC) memimpin pengembangan Prius Generasi-3 atau 2010.

Waktu wawancara sangat singkat. Akibatnya, menggali jati dirinya pun terlupakan. Padahal, ia sangat mudah diajak berkomunikasi. Toyota Astra Motor (TAM) juga menyediakan penerjemah Indonesia-Jepang. Ternyata, Otsuka sangat lancar diwawancarai dengan bahasa Inggris.

Otsuka adalah seorang insinyur listrik. Ia mulai bekerja pada TMC pada 1986 di departemen yang menangani masalah suara dan getaran. Waktu itu, mobil yang ditanganinya antara lain Celica dan Supra, plus produk Toyota lainnya.

Pertama kali bekerja pada mobil hibrida pada 1998. Ketika itu, ia ditugaskan sebagai asisten chief engineer menangani van mild-hibrida, Toyota Estima, yang hanya dijual di Jepang.

Empat tahun lalu, tepatnya 2005, ia dipromosikan memimpin pengembangan Prius 2010. Waktu itu, TMS menargetkan Prius sebagai mobil hibrida yang diproduksi secara massal.

Untuk itu, Otsuka memimpin 100 ketua tim, yang bertugas di area pengembangan berbeda, khusus buat Prius, antara lain mesin, sasis, sistem hibrida, penampilan atau desain bodi, dan keamanan. Tidak kurang 2.000 insinyur Toyota bekerja mengembangkan mobil yang satu ini.

Ia menceritakan, setiap hari harus rapat dengan 10 pimpinan tim. Karena begitu seringnya rapat, dengan berkelakar ia pun menyebut TMC sebagai “Toyota Meeting Company”.

Masakan Italia
Prius Gen-3 ditargetkan menjadi kendaraan hibrida serba lebih dan mobil hibrida dengan reputasi paling top di dunia. Untuk itu, setiap bagian mobil dirancang ulang plus membuat biaya produksi lebih rendah.

Dijelaskan, waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan Prius Gen-3 empat setengah tahun. Akibatnya, Otsuka harus bekerja sampai larut malam, terutama menyelesaikan kerjanya sendiri setelah seharian sibuk dengan rapat.

Untuk menjaga kerja dan kehidupan pribadinya seimbang, ia berlibur di akhir minggu bersama keluarga, antara lain memancing dan memasak dengan istri dan kedua anaknya.
Sebelumnya, Otsuka juga pernah ditugaskan empat tahun di Toyota Eropa pada 1990-an. Akibatnya, ia pun sangat menyukai masakan Italia, seperti pasta dan pizza.

Cukup menarik, Otsuka ternyata senang musik. Ternyata, ia seorang drummer untuk band rock Z-Zip.

Sejak awal 2009, aktivitas Otsuka makin padat karena Prius 2010 diluncurkan di berbagai negara. Ia harus siap diwawancarai media. Berikut ini petikan wawancara langsung Akihiko Otsuka dengan Kompas.com, di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk peluncuran Prius, Jumat lalu.

KOMPAS.com (K): Benarkah Prius Gen-3 dikembangkan dengan 1.000 paten?
Otsuka (AO): Lebih banyak dari itu. 1.200 lebih paten dimiliki Prius sekarang!
K : Dari mana paten tersebut berasal?
AO : Dari seluruh dunia!
K: Ada dari Indonesia?
AO : Saya tidak tahu itu.

K: Mengapa Prius paling lama dites terowongan angin dibanding produk Toyota lain?
AO :Karena target irit bahan bakar, salah satunya harus aerodinamis. Jadi kami bekerja siang malam meneliti setiap bagian dari mobil. (Otsuka kemudian memperlihatkan sisi fender dan depan yang rata.)
K: Mengapa memilih model liftback?
AO: Aerodinamis paling efisien! (Catatan Redaksi: model liftback terkenal digunakan oleh Citroen dan Alfa Romeo.)

K: Kapan Prius benar-benar menjadi sebuah mobil plug-in?
AO: Sekarang ada 500 plug-in di Jepang disewakan. Menurut saya, Prius Plug-In baru bisa direalisasikan 10 tahun mendatang. Mungkin saya tidak lagi bekerja buat Prius.
K: Mengapa Prius 3, kendati dimensi bodi dan kapasitas mesin lebih besar, tetapi ternyata lebih irit dibandingkan Prius Gen-2?
AO: Semua bagian dikembangkan lagi atau dirancang ulang secara detail, terutama pada mesin, sistem hibrida, dan banyak bagian lainnya. Misalnya, pada mesin gas buang didaur-ulang.

K: Berapa target konsumsi bahan bakar Prius generasi berikutnya?
AO: Mau sih lebih irit lagi. Sekarang ini berdasarkan tes Eropa 3,9 l/100 km atau sama 25,6 km/liter. (Otsuka pun menuliskan pada selembar kertas yang kebetulan sedang dibawa Kompas.com).
K: Apa problem plug-in?
AO: Harus menggunakan baterai yang berbeda. Baterai plug-in membutuhkan pengisian cepat, yaitu lithium-ion. Harganya lebih mahal dibandingkan dengan baterai standar Prius yang digunakan Prius sekarang, yaitu nickel metal hydride (NiMH).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau