Presiden: Rakyat Punya Akal Sehat

Kompas.com - 28/07/2009, 12:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, saat ini rakyat sudah bisa menilai dengan akal sehat mana yang logis dan tidak logis dalam hiruk pikuk politik pascapilpres. Presiden percaya, rakyat Indonesia memiliki akal sehat dalam menyikapi protes dan pengaduan kubu yang tidak puas dengan hasil pilpres lalu.

"Soal dinamika politik sekarang ini, katakanlah yang dinamakan politik akal sehat, masyarakat bisa menilai dan menalar dengan baik mana yang logis dan tidak logs jika ada protes dan pengaduan pascapilpres ini," ujar Presiden saat memberi pengantar pada rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (28/7).

Rapat tersebut dihadiri tiga menteri koordinator (Menko) yaitu Menko Politik, Hukum, dan Keamanan Widodo AS, Menko Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Pelaksana TugasMenko Perekonomian Sri Mulyani.

"Karena itu biarkan saja semuanya berjalan karena sistem kita telah mewadahinya," ujar Presiden.

Sebagai kepala negara, lanjut Presiden, pihaknya ingin semua persoalan politik ini dapat diselesaikan secara damai, tertib, dan demokratis. "Dengan demikian tidak mengganggu upaya kita bersama menjalankan kehidupan bernegara dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Pernyataan Presiden ini disampaikan terkait pengaduan kubu Mega-Prabowo dan JK-Wiranto ke Mahkamah Konstitusi mengenai hasil pilpres yang diputuskan KPU. Kedua kubu berpendapat ada kecurangan dalam penyelenggaraan pilpres yang dimenangkan oleh pasangan SBY-Boediono. Kubu Mega-Prabowo bahkan menuntut diselenggarakannya pemilu ulang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau