Eto'o: Jangan Melulu Memikirkan Liga Champions

Kompas.com - 28/07/2009, 13:24 WIB

MILAN, KOMPAS.com — Striker baru Inter Milan, Samuel Eto'o, mengingatkan klubnya untuk tak terlalu fokus dan tersita pikirannya oleh Liga Champions. Sebab, itu justru bisa mengacaukan konsentrasi "I Nerazzurri" di berbagai kompetisi penting lainnya.

Inter memang sudah lama merindukan gelar Liga Champions. Namun, mereka selalu gagal meraihnya sejak terakhir juara pada 1965.

Eto'o sadar, Inter memang sangat menginginkannya. Dia juga berharap bisa membantu klub untuk mewujudkan keinginan tersebut.

"Aku membuat sejarah di Barcelona, tapi bab ini sudah ditutup. Di Inter, aku membuka bab baru dan mengawali dari nol. Aku bahagia dengan petualangan baru ini dan berharap segalanya akan berjalan lancar," ujar Eto'o.

"Aku sudah memenangi banyak trofi di Barcelona. Kuharap, aku akan mengulanginya bersama Inter," tambahnya.

Pemain 28 tahun asal Kamerun itu membantu Barcelona juara Liga Champions 2005-2006 dan 2008-2009. Di partai final kedua Liga Champions itu, dia mencetak gol.

Eto'o sadar, Liga Champions sangat diimpikan Inter. Dihadirkannya Jose Mourinho salah satunya untuk mewujudkan impian itu. Namun, Eto'o mengingatkan agar tim tak terlalu menghabiskan konsentrasi di Liga Champions.

"Aku tahu bahwa Inter sudah tak sabar memenangi Liga Champions. Tapi, Anda tak bisa hanya fokus pada kompetisi itu. Jika terlalu menghabiskan konsentrasi ke Liga Champions, maka Anda akan melupakan kompetisi-kompetisi lain. Itu artinya kita mengambil risiko terlempar dari kompetisi Eropa," tuturnya. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau