Soal Keputusan MA, PDI-P Tak Tinggalkan Gerindra

Kompas.com - 28/07/2009, 15:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menyambut baik putusan Mahkamah Agung yang membatalkan putusan KPU Nomor 15 tentang penetapan calon terpilih anggota DPR pada tahap kedua. Padahal, putusan tersebut dinilai telah merugikan perolehan kursi DPR Partai Gerindra yang merupakan partner koalisi partai berlambang banteng tersebut dalam Pilpres 2009.

Fungsionaris PDI-P, Ganjar Pranowo, mengaku, sikap positif PDI-P terhadap putusan MA itu bukan berarti PDI-P meninggalkan Partai Gerindra. Amar putusan yang dikeluarkan MA tersebut, menurutnya, harus dilihat secara seksama terlebih dahulu, baru kemudian mengambil sikap.

"Amar putusannya dilihat dulu. Jangan langsung lompat pada hasil perolehan kursi. Ini bukan soal tinggal meninggalkan," katanya di DPR, Jakarta, Selasa (28/7) siang.

Sekretaris Fraksi PDI-P itu juga menegaskan, KPU harus melaksanakan keputusan MA tersebut karena apa pun putusan pengadilan harus dilaksanakan.

Namun, ia mengaku heran terhadap MA karena MA menyerahkan kewenangan sepenuhnya kepada KPU. "Saya heran kok hakim MA menyerahkan ke KPU. Bisa jadi (kalau putusan MA) tidak dilaksanakan tidak apa-apa. Namun, keputusan itu harus dilaksanakan. Kalau keputusan pengadilan tidak dilaksanakan, mau jadi apa negara ini," ujar Ketua Pansus RUU Susduk itu.

MA pada 18 Juni menerima hak uji materiil terhadap putusan KPU Nomor 15 Tahun 2009. Atas putusan ini, MA meminta KPU membatalkan pasal-pasal yang terdapat dalam peraturan KPU tentang penetapan calon terpilih pada tahap kedua.

Selain itu, KPU juga diharuskan merevisi keputusan KPU Nomor 259/Kpts/KPU/Tahun 2009 tentang penetapan perolehan kursi dalam pemilu legislatif. Partai politik menengah, seperti Hanura, Gerindra, PPP, PAN, dan PKS, merupakan partai yang paling dirugikan atas putusan tersebut karena jika putusan itu digunakan oleh KPU, jumlah perolehan kursi DPR partai menengah itu akan berkurang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau