JAKARTA, KOMPAS.com - Kenyataan, bahwa menurunnya jumlah mahasiswa Indonesia yang studi di AS dan sebaliknya, membuat delegasi pendidikan AS perlu berkunjung ke Indonesia untuk menggelar kembali promosi student exchange mereka.
Tahun lalu, jumlah warga Indonesia yang belajar di AS mencapai 13.000. Tahun ini, jumlah menurun menjadi 7.700. Sebaliknya, jumlah warga AS yang studi di Indonesia saat ini ada 130 warga dalam program penuh waktu.
"Selain menurun, minat warga AS belajar ke Indonesia pun hanya di bidang budaya saja. Maka program pertukaran di bidang pendidikan ini diyakini menguntungkan untuk kedua negara karena tujuannya untuk melipatgandakan jumlah pertukaran pelajar hingga tahun 2014 nanti," ujar David Merrill, Presiden The United States-Indonesia Society (USINDO).
David mengatakan, terjadinya penurunan jumlah warga Indonesia yang belajar ke AS belakangan ini, diyakini karena faktor-faktor yang rumit seperti program sarjana AS yang lebih lama. Selain itu, hanya sedikit beasiswa yang ditawarkan AS.
"Jadi bukan karena minat warga Indonesia yang berkurang untuk belajar di sana," ujarnya.
Selain peningkatan jumlah pertukaran warga di bidang pendidikan, lanjut David, tujuan lain kunjungan ini adalah untuk membuka dan menguatkan Centre for Indonesian Studies di perguruan tinggi AS dan sebaliknya.
Untuk itu, rencananya, akan ada kunjungan beberapa pengajar dari AS ke Indonesia untuk melakukan dialog dengan berbagai universitas di Indonesia.
"Ini sudah disetujui oleh Hillary Clinton pada 8 Juni lalu," tukas David.
(M2-09)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang