BANDUNG, KOMPAS.com — Tingkat polusi udara di Jawa Barat diklaim tertinggi di Indonesia. Pada tahun 2010, peningkatan kadar polutan berbahaya terus bertambah dibandingkan lima tahun sebelumnya.
"Penyebabnya adalah pertambahan jumlah penduduk, jumlah kendaraan bermotor, dan polusi industri," kata Kepala Bidang Pengkajian Ozon dan Polusi Udara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Afif Budiyono, dalam Seminar Nasional bertema "Proyeksi Iklim dan Kualitas Udara 2010-2014", di Bandung, Selasa (28/7).
Afif mengatakan, kadar gas berbahaya di Jawa Barat yaitu karbon dioksida (C02), nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx), dan materi partikulat tersuspensi (SPM) masing-masing 2.222.330-2.462.866 ton, 259.300-287.365 ton, 77.013-85 .348 unit gram per tahun, dan 159-176 ton.
Dengan bertambahnya kendaraan dan maraknya pusat perindustrian baru, Afif memperkirakan jumlah polutan pada tahun 2010 bertambah menjadi 2.965.953-3.286.907 ton, 336.437-372.843 ton, 100.248-111.095 unit gram per tahun, dan 198-219 ton.
Bila dibiarkan terus-menerus, selain menurunkan kualitas hidup masyarakat, bisa juga menimbulkan hujan asam yang dampaknya lebih berbahaya. Hujan disebut asam bila keasaman air di bawah 5,6, katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang