Titik Panas di Sumsel Menghilang

Kompas.com - 28/07/2009, 22:37 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com — Hujan yang turun beberapa hari terakhir menyebabkan jumlah titik api atau hot spot di Sumsel berkurang drastis bahkan menghilang. Berdasarkan data dari UPTD Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Sumsel, jumlah hot spot cenderung berkurang sejak tanggal 22 Juli.

Jumlah hot spot pada tanggal 22 Juli hanya delapan titik dari jumlah tanggal 21 Juli sebanyak 51 titik. Jumlah hot spot pada tanggal 23 Juli nol, tetapi pada tanggal 24 Juli naik lagi menjadi 20 titik. Pada tanggal 25 Juli jumlah hot spot kembali nol, tanggal 26 Juli meningkat menjadi enam titik, dan tanggal 27 Juli turun lagi menjadi nol.

Sekretaris UPTD Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Sumsel, Ahmad Taufik, Selasa (28/7) mengungkapkan, menghilangnya hot spot di Sumsel disebabkan hujan. Namun, ada kemungkinan hilangnya hot spot akibat awan yang menyebabkan pantauan satelit terhalang.

Menurut Ahmad Taufik, kondisi sampai akhir bulan Juli kemungkinan jumlah hot spot masih berfluktuasi. Puncak hot spot diperkirakan terjadi pada bulan Agustus dan September.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau