PALEMBANG, KOMPAS.com — Hujan yang turun beberapa hari terakhir menyebabkan jumlah titik api atau hot spot di Sumsel berkurang drastis bahkan menghilang. Berdasarkan data dari UPTD Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Sumsel, jumlah hot spot cenderung berkurang sejak tanggal 22 Juli.
Jumlah hot spot pada tanggal 22 Juli hanya delapan titik dari jumlah tanggal 21 Juli sebanyak 51 titik. Jumlah hot spot pada tanggal 23 Juli nol, tetapi pada tanggal 24 Juli naik lagi menjadi 20 titik. Pada tanggal 25 Juli jumlah hot spot kembali nol, tanggal 26 Juli meningkat menjadi enam titik, dan tanggal 27 Juli turun lagi menjadi nol.
Sekretaris UPTD Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Sumsel, Ahmad Taufik, Selasa (28/7) mengungkapkan, menghilangnya hot spot di Sumsel disebabkan hujan. Namun, ada kemungkinan hilangnya hot spot akibat awan yang menyebabkan pantauan satelit terhalang.
Menurut Ahmad Taufik, kondisi sampai akhir bulan Juli kemungkinan jumlah hot spot masih berfluktuasi. Puncak hot spot diperkirakan terjadi pada bulan Agustus dan September.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang