Redam Stres Tanpa Makanan

Kompas.com - 29/07/2009, 12:36 WIB

KOMPAS.com - Melampiaskan stres dengan makanan bukanlah jalan keluar yang tepat. Penelitian Emory University mengungkapkan, karyawan yang stres di kantor akan makan banyak. Dalam waktu dua bulan berat badan mereka bertambah.

Berbeda dengan mereka yang sedikit "nakal" dan santai dalam bekerja. Mereka yang stres berat biasanya memiliki kadar hormon kortisol yang tinggi. Kortisol ternyata bisa mengubah lemak menjadi gula, yang berbahaya bagi kesehatan. Atasi dengan:

1. Kirim e-mail untuk diri sendiri setiap kali Anda makan
Ceritakan dalam email itu hubungan kerja dengan atasan, deadline pekerjaan, dan apa yang sedang dirasakan (stres, marah, atau panik). Lihat kembali pesan setiap minggu agar tahu bagaimana pengaruh emosi terhadap pola makan Anda. Lanjutkan dengan menyusun rencana untuk mengubah keadaan ini.

2. Alihkan perhatian
Teleponlah sahabat dan ceritakan semua yang Anda rasakan. Lakukan sebelum Anda memutuskan mengemil.

3. Seruput teh hijau atau teh hitam
Sebelum camilan "mencuri start", minumlah teh yang mengandung theanin, senyawa kimia asam amino yang bisa membantu otak jadi relaks.

4. Bergabunglah dengan milis
Ikuti milis, misalnya milis hobi atau komunitas tertentu seperti milis kesehatan prevention Indonesia. Atau, tulis blog sendiri, ini akan memperbaiki mood Anda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau