Ginko Biloba, Sehatkan Otak dan Organ Seks

Kompas.com - 29/07/2009, 13:42 WIB

KOMPAS.com - Lupa itu memang menjengkelkan. Sudah hampir ingat pada sesuatu yang ingin dikatakan atau dilakukan, tetapi tiba-tiba saja hilang dalam ingatan. Kalau terjadi sesekali saja, itu lumrah. Namun, jika terjadinya berkali-kali dan dalam waktu singkat, kondisi ini sungguh memprihatinkan.

Di Jerman, penyakit lupa dicegah dengan ekstrak daun ginkgo biloba yang khasiatnya sudah diteliti sejak tahun 1960. Pada tahun 1980-an, komisi E Jerman meresmikan penggunaan ginkgo biloba untuk membantu kesehatan otak.

Ekstrak ginkgo dapat membantu kelancaran peredaran darah perifer di organ tubuh yang jauh dari jantung, seperti ujung jari, ujung kaki, dan daun telinga. Kelancaran peredaran darah membuat orang senantiasa segar dan tidak lekas lelah.

Ginkgo sebenarnya adalah nama tanaman hias besar yang tumbuh subur di daerah beriklim sedang, mulai dari daratan Eropa hingga Amerika Serikat. Nama ginkgo sendiri berasal dari bijinya yang berasal dari tanaman ginkgo betina. Biji ginkgo berwarna kuning hijau dan matang dalam bentuk buah berdaging yang berbau busuk dan berwarna jingga cokelat.

Karena daun ginkgo terbagi atas dua lobus, namanya sering disebut dengan tambahan kata biloba. Sebagai bahan obat alami, ginkgo bukanlah barang baru. Penduduk Cina kuno telah memanfaatkan daun dan buahnya sejak 5.000 tahun lalu, terutama untuk mengobati penyakit jantung dan penyakit yang berkaitan dengan paru-paru, seperti asma maupun bronkitis. Mereka pun menggunakannya sebagai minuman tonikum penyegar tubuh, setelah sarinya disaring.

Selain memanfaatkan ekstrak daun dan buahnya, penduduk Cina kuno juga memakan bijinya setelah disangrai. Konon, rasanya gurih manis seperti biji mete goreng. Camilan biji ginkgo goreng kala itu hanya merupakan santapan keluarga Kaisar. Baru pada tahun 1700-an, ginkgo biloba mulai dikenal masyarakat Eropa dan diteliti secara ilmiah.

Dilihat dari struktur taksonominya, ginkgo biloba termasuk dalam keluarga Ginkgoaceae. Hingga saat ini sentra penanaman ginkgo biloba terbesar di dunia terdapat di Provinsi Zhejiang, Cina Timur. Dalam bahasa Cina, ginkgo biloba dikenal dengan sebutan yin xing. Dalam bahasa Inggris, ginkgo biloba juga dikenal dengan sebutan the maidenhair tree karena bentuk daunnya menyerupai daun suflir rambut Dewi Maiden (Maidenhair fern).

Ginkgo biloba tergolong pohon yang sangat besar. Tingginya dapat mencapai 20-35 meter. Di Cina, pohon ginkgo biloba dapat mencapai 50 meter. Pohon ini termasuk tanaman berumur panjang. Di Provinsi Shandong, Cina, ditemukan pohon ginkgo biloba yang telah berumur lebih dari 3.000 tahun!

Para arkeolog memperkirakan tanaman ini tumbuh sejak awal zaman paleozoik, ketika dinosaurus masih hidup. Karena itu, ginkgo biloba juga dikenal sebagai tanaman fosil.
Pohon ini jarang ditemukan di Indonesia, tetapi kini di pasaran sudah banyak dijual suplemen yang berasal dari ekstrak ginkgo biloba. Bila ingin mendapatkan ramuan aslinya, tanaman ini jugs banyak dijual di toko-toko obat tradisional Cina.

Ginkgo biloba dikenal karena kemampuannya menerobos pembuluh darah yang paling sempit dan paling kecil untuk memberi makan jaringan yang kekurangan oksigen di otak, jantung, dan bagian tubuh lainnya. Itulah sebabnya para ahli menyarankan untuk mengonsumsi ginkgo biloba untuk menjaga kesehatan otak.

Beberapa penelitian menunjukkan, ginkgo mempunyai aktivitas antioksidan. Secara umum, senyawa aktif ginkgo biloba terdiri atas dua kelompok utama, yaitu flavonoid dan terpene lactones, termasuk ginkgolides A, B, dan C, bilobalide, quercetin, dan kaempferol.

Suplemen ginkgo biloba yang dijual di pasaran umumnya terdiri atas 24-32 persen flavonoid dan 6-12 persen terpenoid. Seperti vitamin E, ginkgo dapat melumpuhkan radikal bebas yang sering merusak sel tubuh, terutama sel otak.

Ginkgo biloba diketahui manfaatnya dalam memacu produksi molekul ATP (adenosin trifosfat). Melimpahnya produksi ATP akan menggenjot metabolisme glukosa, yang merupakan bahan bakar bagi otak. Itulah sebabnya ginkgo mujarab meringankan stres, menahan datangnya lelah otak, dan menggiatkan daya pikir.

Dengan produksi ATP yang melejit, jaringan elektrik tubuh dipacu keaktifannya. Karena itu, ginkgo biloba dikatakan mampu membuat nafsu seks meningkat. Ditambah lagi dengan aktivitasnya melonggarkan pembuluh darah, sehingga organ seks memperoleh pasokan energi lebih lancar.

Dr. Drieu dalam penelitiannya menemukan fungsi ginkgo untuk meremajakan sel-sel otak, yaitu dengan cara memulihkan reseptor-reseptor di dalam otak serta meningkatkan serotonin yang umumnya mulai berkurang ketika proses penuaan berlangsung.

Penulis: Prof.Dr.Made Astawan, Ahli Teknologi Pangan dan Gizi

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau