Jatah Menteri Partai Koalisi SBY Cukup 30 Persen Saja

Kompas.com - 29/07/2009, 14:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik, Andrinof Chaniago, memberikan rumusan hitung-hitungan jumlah menteri dalam kabinet baru jika Susilo Bambang Yudhoyono kembali menjabat presiden. Menurut dia, formasi itu adalah 20-25 persen untuk profesional (nonpartai), 40-45 persen dari Partai Demokrat, dan 30 persen untuk partai pendukung koalisi.

"Yang jelas, kontribusi faktor figur SBY sangat kuat. Sumbangan dari partai koalisi hanya untuk ke depan, hanya untuk partai-partai terpilih mengontrol oposisi," kata Andrinof dalam dialog kenegaraan bertajuk "Kabinet Baru: Hak Prerogatif vs Tuntutan Partai Koalisi" di Gedung DPD, Rabu (29/7).

Andrinof menambahkan, SBY sebagai pihak dengan kewenangan yang cukup besar sama seperti menyediakan tiket bagi para menterinya.

Lalu, siapa figur menteri yang layak dipilih SBY? Andrinof menjelaskan bahwa mereka haruslah orang-orang yang berfungsi sebagai eksekutor.

"Presiden dan wakil presiden (SBY-Boediono) kita kan pemikir, hobi baca buku, diskusi. Para menteri harusnya yang memahami apa yang dimaksud presiden dalam sidang kabinet dan dapat langsung eksekusi," tandas Andrinof.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau