Andre dan Yoga Harus Saling "Membunuh" di Babak Kedua

Kompas.com - 29/07/2009, 19:06 WIB

AUCKLAND, KOMPAS.com - Tunggal putri Indonesia Maria Febe Kusumastuti melangkah ke babak kedua turnamen Selandia Baru Terbuka yang berlangsung di North Shore, Auckland 28 Juli - 1 Agustus. Pada duel yang berlangsung Rabu (29/7), pemain non-pelatnas tersebut, yang pekan lalu menjadi juara Australia Open Grand Prix, menang straight set 21-7 21-10 atas pemain Selandia Baru Rachel Hindley.

Selanjutnya, Maria yang merupakan unggulan keempat di kejuaraan berhadiah total 50.000 dollar AS ini akan menghadapi pemain Jepang Ayane Kurihara. Unggulan delapan ini lolos setelah menang 21-14 21-9 atas pemain Australia Erica Pong, yang menaklukkan pemain Pelatnas, Rizki Amelia Pradipta, dengan 15-21 21-12 25-23, di babak kualifikasi yang berlangsung Selasa (28/7).

Selain Maria, masih ada satu wakil Indonesia di nomor tunggal putri yang lolos. Fransiska Ratnasari yang merupakan rekan seklub Maria di PB Djarum, tak menemui kesulitan besar ketika menyingkirkan rekan senegaranya, Aprilia Yuswandari dengan 21-17 21-7.

Namun di babak kedua, Fransiska yang tidak diunggulkan akan bertemu lawan berat karena harus menghadapi Sayaka Sato. Unggulan ketiga asal Jepang tersebut meraih tiket babak kedua setelah menyingkirkan pemain pelatnas, Linda Weni Fanetri, dengan straight set 21-16 21-13.

Di sektor tunggal putra, dua wakil Indonesia berhasil melewati adangan musuh-musuh mereka. Satu-satunya pemain pelatnas, Yoga Pratama, harus lebih dulu berjuang selama 48 menit untuk meraih kemenangan 21-23 21-15 21-11 atas pemain India Aditya Prakash.

Begitupun dengan Andre Kurniawan Tedjono. Unggulan kedua yang membawa bendera PB Djarum tersebut butuh waktu lebih lama lagi untuk mendapatkan tiket babak kedua. Andre dipaksa bermain selama 1 jam 22 menit untuk menyingkirkan pemain Jepang, Koichi Saeki, dengan 21-23 21-19 26-24.

Sayang, satu dari dua pemain Indonesia tersebut dipastikan gugur di babak kedua. Pasalnya, Andre dan Yoga sudah harus saling "membunuh" untuk memperebutkan tiket ke babak ketiga. Artinya, bisa dipastikan tunggal putra Indonesia tersisa satu orang di babak ketiga.

Ganda sukses

Para pemain ganda Indonesia, baik campuran, tunggal dan putri, tak mendapat rintangan di babak pertama. Semua wakil dari Tanah Air yang bermain di sektor tersebut berhasil menyingkirkan lawan-lawan mereka untuk mendapatkan tiket ke babak kedua.

Tiga ganda campuran dari Pelatnas Cipayung, Muhammad Rijal/Debby Susanto yang merupakan unggulan ketiga, Tontowi Ahmad/Richi Puspita Dilli (unggulan 4) dan Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet (unggulan 7) melaju. Begitupun dengan dua ganda putra, Fernando Kurniawan/Lingga Lie (unggulan 2), Wifqi Windarto/Afiat Yuris Wirawan.

Sedangkan untuk ganda putri, ada tiga pasangan yang mewakili Indonesia di babak kedua, yaitu Anneke Feinya Agustine/Anisa Wahyuni (unggulan 2), Komala Dewi/Keshya Nurvita Hanadia, Pia Zebadiah Bernadet/Debby Susanto.

Jadwal babak kedua, Kamis (30/7)

- Ganda campuran

Tarun Kona/Shruti Kurian vs (3) Muhammad Rijal/Debby Susanto
(4) Tontowi Ahmad/Richi Puspita Dilli vs Kevin Dennerly-Minturn/Louise Mckenzie (Selandia Baru)
Bjorn Seguin/Deyanira Angulo (Selandia Baru) vs (7) Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet

- Ganda putra

Saliya Gunaratne/Chad Whitehead (Australia) vs (2) Fernando Kurniawan/Lingga Lie
John Gordon/Daniel Shirley (Selandia Baru) vs Wifqi Windarto/Afiat Yuris Wirawan

- Ganda putri

Pradnya Gadre/Nitya Sosale (India) vs (2) Anneke Feinya Agustine/Anisa Wahyuni
Eugenia Tanaka/Kate Wilson-Smith (Australia) vs Komala Dewi/Keshya Nurvita Hanadia
Leisha Cooper/Ann-Louise Slee (Australia) vs Pia Zebadiah Bernadet/Debby Susanto

- Tunggal putri

(3) Sayaka Sato (Jepang) vs Fransiska Ratnasari
(8) Ayane Kurihara (Jepang) vs (4) Maria Febe Kusumastuti

- Tunggal putra

Yoga Pratama vs (2) Andre Kurniawan Tedjono

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau