Gampangya Merawat Bambu Hoki

Kompas.com - 29/07/2009, 23:28 WIB

KOMPAS.com - Bagi sebagian besar pecinta tanaman, Bambu Jepang atau bambu hoki  (Lucky Bamboo) tentu tak asing lagi. Selain enak dilihat, tanaman berasal dari Cina ini juga dipercaya akan membawa peruntungan bila diperoleh sebagai hadiah dari seseorang.

Baik di Cina atau Jepang, selain memberi kenyamanan, tanaman ini dipercaya memiliki energi "tersendiri". Berfungsi sebagai penyaring udara yang baik, Bambu Hoki atau Bambu Jepang ini bisa mendatangkan chi atau energi positif  

Buat Anda yang belum memilikinya, memilih bambu hoki sebagai salah satu koleksi patut dipertimbangkan karena tanaman ini dikenal reputasinya sebagai tanaman "tahan banting". Tangkainya yang tangguh bisa bertahan hidup dalam vas berisi air murni atau ditanam di tanah, dengan berbagai macam kondisi pencahayaan. Bahkan dalam kondisi cahaya yang buruk pun bambu hoki mampu bertahan dalam waktu lama sebelum akhirnya mati.

Secara teknis, bambu hoki sebenarnya bukanlah tanaman bambu melainkan sejenis species bernama Dracaena sanderiana. Meski kebanyakan hidup secara hidroponik (dalam air), bambu hoki dapat ditanam di pot atau tanah biasa. Satu hal yang patut diwaspadai : daun bambu hoki mengandung racun walau kadarnya ringan. Oleh sebab itu, tanaman ini harus terlindungi untuk menghindari kemungkinan terjamah hewan piaraan atau pun anak Anda.

Merawat Bambu Hoki :
Pencahayaan : Bambu hoki lebih senang hidup dalam kondisi cahaya terang dengan sinar matahari yang tersaring.  Hindari sinar matahari langsung karena akan membuat daun bambu mengering. Bambu hoki akan lebih toleran dengan kondisi sedikit cahaya ketimbang terlalu banyak sinar matahari. 

Pengairan : Bambu hoki sebenarnya dapat tumbuh baik pada sebuah vas atau gelas sederhana yang diisi batu-batu kecil ditambahkan air setinggi sekira satu inch. Namun begitu, mereka sangat sensitif terhadap klorin dan zat kimia lain  yang sering ditemukan dalam air keran. Tuangkan ke dalam vas sekira satu botol air murni atau air keran yang telah diendapkan selama 24 jam sebelumnya untuk menghindari  kandungan klorin.  Ciri-ciri bambu hoki yang sehat akarnya berwarna merah, oleh sebab itu jangan heran bila Anda melihat akar-akar kemerahan pada gelas atau vas Anda. Untuk kesehatan bambu, gantilah air dalam vas Anda secara rutin seminggu sekali.

Temperatur : Bambu hoki menyukai kondisi  hangat dengan temperatur antara 18,3ºC hingga 32,2ºC. Jangan tempatkan tanaman di depan pendingin udara atau ventilasi pemanas.

Media Tanam:  Selain di dalam air, bambu hoki dapat tumbuh di tempat yang selalu dialiri air, atau media tanam dalam pot. Jagalah selalu kelembaban tanah dalam pot, tetapi jangan sampai terendam. 

Penyubur : Bambu yang ditanam dalam air hanya perlu diberi makanan setiap dua bulan sekali atau lebih menggunakan pupuk cair.  Kini Anda juga dapat menggunakan pupuk cair bambu hoki yang tersedia di toko tanaman .

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau