Polisi Akan Panggil Pasha Ungu

Kompas.com - 30/07/2009, 04:49 WIB

Bogor, Kompas - Aparat Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bogor menjadwalkan akan memeriksa Sigit Purnomo alias Pasha Ungu atau kerap dipanggil Sigit Pasha (30), Sabtu (1/8) mendatang.

Pemeriksaan laki-laki penyanyi pop tersebut berkaitan dengan laporan mantan istrinya, Okie Agustina Sofian (27), kepada polisi pada Rabu (29/7).

”Kami akan memeriksa Sigit Pasha sebagi saksi. Dia dilaporkan telah melakukan penganiyaan ringan (Pasal 352 KUHP) dan atau perbuatan tidak penyenangkan (Pasal 335 KUHP) oleh Okie, mantan istrinya,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Bogor Ajun Komisaris Irwansyah, kemarin.

Okie, yang bercerai dengan Sigit Pasha pada Januari 2009, datang ke kantor polres diantar ibu dan pengacaranya sekitar pukul 10.45. Ia melaporkan Sigit telah melakukan kekerasan kepadanya pukul 09.45 saat bertamu di rumah Okie di Bukit Cimanggu Villas, Cibadak, Tanah Sareal, Kota Bogor.

Okie kepada penyidik, kata Kepala Unit PPA Iptu Yuni Astuti, mengaku wajahnya dicengkram Sigit Pasha di ruang keluarga. Okie juga mengaku, Sigit datang ke rumahnya sudah dalam keadaan marah-marah dan memaki Okie dengan kata-kata kasar dan kotor.

”Secara kasatmata kami memang melihat ada benjolan kecil di alis kiri dan luka memar di pelipis kiri. Okie sudah menjalani visum dokter di RS Azra, tetapi hasil visum belum kami terima,” kata Yuni.

Selain akan memeriksa Sigit Pasha, penyidik juga akan memeriksa pembantunya, Uun (20), hari Jumat mendatang. Pembantu rumah tangga Okie itu diduga melihat peristiwa pertengkaran Okie-Sigit Pasha yang diwarnai tindak kekerasan yang dilakukan Sigit terhadap Okie. (RTS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau