NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak jatuh pada Rabu (29/7) waktu setempat, setelah berita tentang membengkaknya persediaan AS menghidupkan kembali kekhawatiran pasar tentang lemahnya permintaan di konsumen energi terbesar dunia.
Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah "light sweet" untuk pengiriman September, turun 3,88 dollar AS, atau hampir 6,0 persen, menjadi ditutup pada 63,35 dollar AS per barrel.
Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September merosot 3,35 dollar AS menjadi menetap pada 66,53 dollar AS per barrel.
"Sebuah tumbuh besar daripada sebuah kecil jelas menyeret ’bearish’ (lesu,-red.)," kata Hussein Allidina dari Morgan Stanley Research, memberikan komentar laporan mingguan minyak AS terbaru.
Acuan kontrak berjangka New York sudah berada di bawah tekanan dalam pembukaan perdagangan, menukik setelah laporan Departemen Energi (DoE) mengejutkan pasar.
DoE mengatakan bahwa persediaan minyak mentah AS melonjak 5,1 juta barrel pada minggu yang berakhir 24 Juli.
Sebagian besar analis telah memperkirakan penurunan 1,2 juta barel dan peningkatan besar menyoroti lemahnya permintaan di Amerika Serikat yang terpukul resesi terburuk. "Itu berdampak siginifikan," kata John Kilduff dari MF Global.
Setelah menurun tujuh pekan berturut-turut, kembalinya ke kenaikan persediaan minyak mentah, seperti yang terjadi pada musim semi, akan "menghalangi kenaikan lebih lanjut" harga minyak, katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang