Cadangan AS Naik Sebabkan Harga Minyak Turun

Kompas.com - 30/07/2009, 06:29 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak jatuh pada Rabu (29/7) waktu setempat, setelah berita tentang membengkaknya persediaan AS menghidupkan kembali kekhawatiran pasar tentang lemahnya permintaan  di konsumen energi terbesar dunia.
    
Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah "light sweet" untuk pengiriman September, turun 3,88 dollar AS, atau hampir 6,0 persen, menjadi ditutup pada 63,35 dollar AS per barrel.
    
Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September merosot 3,35 dollar AS menjadi  menetap pada 66,53 dollar AS per barrel.
    
"Sebuah tumbuh besar daripada sebuah kecil jelas menyeret ’bearish’ (lesu,-red.)," kata Hussein Allidina dari Morgan Stanley Research, memberikan komentar laporan mingguan minyak AS terbaru.
    
Acuan kontrak berjangka New York  sudah berada di bawah tekanan dalam pembukaan perdagangan,  menukik setelah laporan Departemen Energi (DoE) mengejutkan pasar.
    
DoE mengatakan bahwa persediaan minyak mentah AS melonjak 5,1 juta barrel pada minggu yang berakhir 24 Juli.
    
Sebagian besar analis telah memperkirakan penurunan 1,2 juta barel dan peningkatan besar menyoroti lemahnya permintaan di Amerika Serikat yang terpukul resesi terburuk. "Itu berdampak siginifikan," kata John Kilduff dari MF Global. 
     
Setelah menurun tujuh pekan berturut-turut, kembalinya ke kenaikan persediaan minyak mentah, seperti yang terjadi pada musim semi, akan "menghalangi kenaikan lebih lanjut" harga minyak, katanya.
    

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau