JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks kepercayaan konsumen global meningkat 5 poin pada kuartal ke-2 tahun 2009 dari posisi awal 77 poin pada bulan Maret beralih pada 82 poin akhir Juni. Indeks kepercayaan konsumen paling optimistis, terutama kawasan Brasil, Rusia, India, China (BRIC), dan Asia.
Dalam survei terakhir AC Nielsen untuk Kepercayaan Konsumen Global yang diselenggarakan pada Juni 2009 dengan melibatkan 14.029 orang konsumen online dari 28 negara. Meliputi pengambilan sampel di Indonesia sebanyak 501 dari keseluruhan konsumen pengguna jaringan internet di Asia Pasifik yang mencapai 9,583 menyatakan kawasan BRIC dan Asia menunjukkan lonjakan indeks Kepercayaan Konsumen yang paling tinggi dalam tiga bulan terakhir.
Pada Amerika Latin, penguatan sebanyak 9 point, dari indeks Maret 2009 sebanyak 82 persen melonjak pada 92 persen pada Juni 2009. Disusul Asia Pasifik menguat 7 point, dari indeks 78 persen naik menjadi 85 persen. Sementara Afrika menguat 2 poin dari indeks 83 persen naik menjadi 84 persen. Serupa dengan Afrika, Uni Eropa hanya mampu menguat 2 poin dari indeks 71persen naik menjadi 73 persen. Amerika Utara hanya mampu meningkat sebanyak 1 poin dari indeks 80 persen naik menjadi 81 persen.
Diungkapkan Catherine Eddy, Direktur Eksekutif, Consumer Research, The Nielsen Company Indonesia, "Pada survei Kepercayaan Konsumen Global yang dilakukan Nielsen sebelumnya di bulan Maret, kami melihat pertanda awal bahwa sejauh para konsumen dunia peduli, resesi telah mencapai titik terendah. Tiga bulan kemudian, mereka mulai memikirkan ide tentang pemulihan-yang menjadi titik balik utama." ujar Chaterine di Mayapada Tower pada Kamis (30/7).
Keberhasilan itu terlihat pada kepercayaan konsumen di India yang melompat 13 indeks poin, serta beranjak 9 poin di Jepang, Korea Selatan, Hongkong, dan Indonesia. Kepercayaan serupa juga meningkat hingga 8 indeks poin di Taiwan dan Brasil, serta 7 poin di Singapura, Turki, Rusia, Filipina, dan Inggris. "Kepercayaan para konsumen Asia telah meningkat. Mengacu pada kesuksesan stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah yang secara cepat dan efektif diimplementasikan pada resesi global yang sedang terjadi," ujar Catherine.
Tak pelak pasar saham di Asia kembali menguat dan harga properti mulai mencapai nilai pasca resesi. Pasar saham Rusia naik 60 persen dari awal tahun dan Taiwan naik 50 persen. Pasar saham Brasil dan Singapura mencapai 40 persen dalam 6 bulan terakhir dan Korea Selatan dan Hongkong naik melebihi 30 persen. Dengan stok pasar yang meningkat bersamaan, Asia pun percaya diri keluar dari resesi.
Sebaliknya, nasib berbeda justru menimpa pada Amerika Serikat dan Selandia Baru yang tidak menunjukkan peningkatan pada kuartal kedua. Berada pada nasib yang lebih buruk, Jerman merupakan satu-satunya negara yang menunjukkan penurunan indeks poin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang