JAKARTA, KOMPAS.com — Lembaga riset AC Nielsen menyatakan tingkat kepercayaan diri konsumen Indonesia masih tinggi dan tidak terpengaruh oleh resesi global.
"Fakta tersebut dibuktikan dengan masuknya Indonesia dalam posisi puncak jajaran Top 10 in June 2009 Consumer Confidence Index sebesar 112,5 persen mengalahkan India pada posisi 112,1 persen dan Filipina pada urutan 102,6 persen,” ungkap Catherine Eddy, Direktur Eksekutif Consumer Research The Nielsen Company Indonesia, di Jakarta, Kamis (30/7).
Survei yang diselenggarakan Nielsen sejak Maret 2009 hingga 29 Juni 2009 melibatkan 14.029 konsumen online dari 28 negara serta meliputi 501 sample dari Indonesia.
AC Nielsen menganalisis perkembangan tingkat kepercayaan konsumen Indonesia yang sempat menurun pada Juni hingga Desember 2008 pada tingkat 110 persen dan sempat terpuruk pada tingkat 104 persen pada awal Januari hingga Juni 2009. Dan kemudian meningkat pada 112,5 persen pada 29 Juni 2009.
Peningkatan tingkat kepercayaan konsumen Indonesia selama 12 bulan ke depan meliputi pencarian kerja dalam negeri sebesar 54 persen, persepsi personal finance yang cenderung membaik sebesar 51 persen, dan persepsi untuk memutuskan kapan menentukan saat yang tepat untuk membeli sebesar 54 persen.
Sejumlah faktor seperti kestabilan politik yang terlaksana pada pemilu presiden pada 8 Juli 2009, dianggap memicu sikap optimistis masyarakat. ”Pada pemilihan umum bulan Juli lalu di Indonesia berlangsung dan berjalan tanpa adanya ‘insiden’. Sebagai hasilnya masyarakat merasa percaya diri bahwa stabilitas politik akan berpengaruh terhadap bidang politik,” kata Catherine.
Selain itu, perekonomian di Indonesia lebih bergantung pada konsumsi lokal dibandingkan negara ASEAN lainnya sehingga secara tidak langsung memberikan perlindungan pada ekspor yang sedang lesu.
“Di Indonesia, kami juga melihat tingkat pertumbuhan ritel di Indonesia dianggap mendukung tingkat kepercayaan konsumen,” papar Catherine.
Nilai dari pasar ritel Indonesia dalam setahun berdasarkan data Mei 2009 tumbuh sekitar 7 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Belanja iklan pada semester pertama tahun ini naik 13 persen, meskipun sebagian besar dipengaruhi iklan pemilu.
Sejauh ini, AC Nielsen menyatakan tingkat kepercayaan konsumen hanya dipengaruhi inflasi. Saat Indonesia mengalami tingkat inflasi yang tinggi, konsumen akan cenderung bereaksi lewat angka kepercayan yang rendah.
”Tahun ini, tekanan inflasi dapat ditekan sedemikian rupa, sehingga tidak mengejutkan jika kita melihat peningkatan kepercayan konsumen,” papar Catherine.
Sementara aksi teroris yang sempat mengguncang Jakarta pada pengeboman JW Marriott dan Ritz-Carlton Hotel pada 17 Juli 2009, sama sekali tidak menunjukkan dampak yang berarti.
”Sejauh ini beberapa survei yang ada menunjukkan bahwa terorisme cenderung menjadi kekhawatiran dari beberapa negara tetangga dibandingkan Indonesia sendiri,” imbuh Catherine.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang