JAKARTA,KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) mendapatkan pinjaman sebesar Rp 3 triliun dan 400 juta dollar AS dari bank dalam dan luar negeri. Pinjaman yang diperolehnya kali ini akan digunakan untuk menutupi kebutuhan Capex perseroan sebesar 2,2 miliar dollar AS atau Rp 22 triliun.
Untuk porsi rupiah, pinjaman diberikan oleh empat bank dalam negeri yaitu BNI, BRI, BCA dan Bank Mandiri selaku coordinating lead arranger. Dimana masing-masing bank memberikan pinjaman sebesar Rp 1,25 triliun dari Mandiri, BNI sebesar Rp 750 miliar, BRI Rp 500 miliar dan BCA Rp 500 miliar.
Sementara untuk pinjaman valas sebesar 400 juta dollar AS diperoleh Pertamina dari 16 bank dengan tenor 3 tahun. 16 bank tersebut adalah Citibank, PT ANZ Panin Bank, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd., BNP Paribas, BRI, Sumitomo Mitsui Banking Corporation, BCA, Overseas-Chinese Banking Corporation Limited, PT Bank Mizuho Indonesia, PT Bank Pan Indonesia Tbk, The Hongkong and Shanghai Banking Corporate Limited, Chinatrust Commercial Bank Co. Ltd., Calyon, CIMB Bank Berhad, Natixis, dan Qatar National Bank SAQ.
"Proses mencari pinjaman ini dimulai sejak akhir Maret 2009," kata Direktur Keuangan Pertamina Ferederick Siahaan, Jumat (31/7). (Gentur Putro Jati/Kontan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang