Kekasih Setia Seorang Buronan

Kompas.com - 02/08/2009, 02:47 WIB

Dalam film Public Enemies, pemeran Billie Frechette, kekasih John Dillinger, adalah Marion Cotillard. Nama aktris asal Perancis ini melambung dua tahun lalu saat ia meraih Oscar sebagai Aktris Utama Terbaik berkat permainannya dalam film La Vie En Rose.

Sutradara Public Enemies, Michael Mann, memilih Cotillard setelah menonton La Vie En Rose, yang bercerita tentang kehidupan penyanyi legendaris Perancis, Edith Piaf. ”Setelah aku nonton La Vie En Rose, aku langsung bertemu Marion. That was it,” ungkap Mann dalam catatan produksi resmi Public Enemies.

Mann menganggap Cotillard layak memerankan tokoh Billie Frechette setelah melakukan riset terhadap riwayat pacar salah satu penjahat paling legendaris di AS itu. Aku mencoba membayangkan kehidupan Billie, seperti apa dia, apa yang dia lakukan dan bagaimana dia bertahan di masa depresi itu. Dia adalah seorang perempuan muda ambisius dari kota kecil yang mencoba mengadu nasib di Chicago. Dia juga seorang keturunan Indian, yang membuatnya menjadi warga negara kelas dua, seorang outsider,” papar sutradara spesialis cerita-cerita kriminal ini.

Billie Frechette berdarah campuran Perancis dan suku Indian Menominee. Untuk menghayati karakter Billie dan berlatih aksen Indian ini, Cotillard menghabiskan waktu dengan pelatih aksen dan mengunjungi sebuah kawasan reservat untuk suku Indian Menominee.

Di tempat tersebut, Cotillard sempat bertemu dengan kerabat Billie yang masih hidup, dan berdiskusi tentang kehidupannya. ”(Pertemuan yang) sangat emosional. Aku jadi sadar, saat kau memiliki hasrat dan cinta seperti yang dialami Billie, kau takkan peduli dengan rasa takut menjadi pacar seorang penjahat,” tutur aktris cantik ini.

Riset

Mann juga meminta Cotillard melakukan riset sendiri dengan menemui para istri dan pacar para penjahat untuk mengetahui perasaan mereka hidup bersama orang yang tak ragu melakukan kekerasan pada orang lain. ”Sutradara ingin aku memahami bagaimana rasanya menjadi istri seorang buronan, dan tak pernah tahu apa yang akan terjadi besok pagi,” kata aktris kelahiran Paris, Perancis, 30 September 1975, ini.

Dalam Public Enemies digambarkan Billie sudah sejak awal mengetahui risiko menjalin hubungan dengan seorang perampok bank. Itu sebabnya, saat pengejaran terhadap Dillinger makin intens, Billie pasrah saat disuruh kembali ke Chicago dan diawasi polisi 24 jam.

Sampai suatu hari, Dillinger nekat menjemputnya dan berhasil melarikan diri setelah mengelabui para polisi. Namun, saat hendak meminta bantuan salah satu teman Dillinger di sebuah restoran, Billie ditangkap dan diinterogasi secara kasar oleh polisi. Ia akhirnya dipenjara karena membantu pelarian Dillinger.

Semua itu diperankan Cotillard dengan baik. Setelah Public Enemies, lulusan Conservatoire National Supérieur d’Art Dramatique di Orleans, Perancis, ini dikabarkan akan tampil dalam film Nine garapan sutradara Rob Marshall. Dalam film yang diadaptasi dari pentas musikal tersebut, Cotillard akan bermain bersama sederetan bintang ternama, seperti Daniel Day-Lewis, Penélope Cruz, Nicole Kidman, Kate Hudson, Judi Dench, dan Sophia Loren. (DHF)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau