Pesawat Merpati Sempat Kontak dengan Casa TNI AU

Kompas.com - 02/08/2009, 17:14 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.com - Pesawat jenis twin otter milik Merpati sempat berkomunikasi dengan pesawat Casa TNI-AU sebelum akhirnya hilang kontak dan dinyatakan hilang. Hal tersebut dikatakan Komandan Pangkalan TNI AU Sentani, Kol (P) Suwandi.

"Kedua pesawat itu sempat berkomunikasi saat pesawat twin otter dari Jayapura menuju Oksibil dan sebaliknya pesawat casa dari Oksibil menuju Jayapura," kata Dan Lanud Sentani yang dihubungi dari Jayapura, Minggu petang.

Dia mengemukakan, pesawat casa yang dikemudikan pilot Mayor (P) Tiopan sempat berkomunikasi dengan pilot twin otter Qadrianova. "Komunikasi biasa dilakukan para pilot namun tidak ada hal-hal khusus yang mereka bicarakan," kata Dan Lanud Sentani.

Menurutnya, hingga saat ini tim SAR belum mengetahui dengan pasti lokasi jatuhnya pesawat twin otter milik Merpati dengan nomor penerbangan MZ 9760 itu. Pesawat itu dijadwalkan tiba di Oksibil ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang sekitar pukul 11.45 WIT namun hingga berita ini diturunkan belum tiba di tujuan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau