BEIJING, KOMPAS.com — Polisi di China bagian barat telah menahan 319 orang lain yang dicurigai terlibat dalam kerusuhan antara minoritas Muslim Uighur dan mayoritas etnis Han bulan lalu. Polisi di Urumqi, ibukota Xinjiang, mengatakan, penahanan tersebut dilakukan di Urumqi dan daerah lain di barat jauh Xinjiang.
Menurut keterangan kantor berita Xinhua, penahanan dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan oleh masyarakat atau dari hasil investigasi. Jumlah mereka yang diringkus itu menambah angka 1.600 orang yang telah ditahan akibat terlibat kerusuhan 5 Juli di Urumqi.
Kerusuhan itu berawal ketika polisi menghentikan protes dari warga Uighur yang berbahasa Turki. Warga Uighur memecahkan sejumlah jendela, membakar mobil, dan menyerang warga Han. Dua hari berselang, warga Han turun ke jalan dan menyarangkan serangan balasan.
Kepolisian Urumqi tidak akan menginformasikan berapa banyak—jika ada—dari 1.600 tahanan yang sudah dibebaskan. Para tersangka akan dihadapkan dengan gugatan kerusuhan 5 Juli.
Menurut Pemerintah China, 197 orang tewas serta lebih dari 1.700 orang cedera dalam kerusuhan yang menelan korban sebagian besar dari etnis Han. Warga etnis Uighur selama mengeluhkan lonjakan pendatang dari etnis Han dan pengekangan pemerintah terhadap agama Islam.
Warga Uighur menuduh etnis Han bersikap diskriminatif serta menuduh Partai Komunis berusaha menghapus bahasa dan budaya mereka. Warga etnis Han, yang kebanyakan didukung oleh pemerintah untuk bermukim di Xinjiang, justru berpendapat warga etnis Uighur seharusnya berterima kasih atas perkembangan pesat ekonomi Xinjiang dengan kehadiran mereka. (M4-09)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang