Krisna Bayu Masih Mampu Raih Emas

Kompas.com - 03/08/2009, 16:27 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Di Usia 35, atlet judo senior Indonesia Krisna Bayu berhasil mempersembahkan medali emas pertama di "Asian Martial Arts Games (AMAG)" I setelah memenangi kelas -100kg di Bangkok, Senin.

Dengan hasil tersebut, kontingen Indonesia yang berkekuatan 35 atlet dan mengikuti lima cabang olahraga, sudah mengantongi 1 medali emas, dua perak dan satu perunggu.

Menurut informasi yang diperoleh dari manajer tim judo Kolonel Zaedun, atlet asal Jateng tersebut di final mengalahkan Kumar Anil dari India dengan teknik ippon. "Kami sangat bersyukur dan terharu menyaksikan bendera Merah Putih akhirnya berkibar di Stadion Metropolitan Youth Center. Tapi ke depannya kami ingin tetap berjuang dan berprestasi," ujar Zaedun ketika dihubungi melalui telepon internasional.

Pada babak-babak sebelumnya, Krisna Bayu yang kelahiran 24 Desember 1974 berhasil mengalahkan Bakhsi Muhammad (Afghanistan), juga dengan ippon.  Kemudian di babak kedua menang WO atas atlet Kyrgiztan Marte Batai yang batal tampil karena sakit. Bayu pun langsung tampil di final.

Sementara atlet judo lain yang tampil Senin, Indah Setiawati berhasil menempati lima besar Asia. Atlet asal Kaltim yang tampil di kelas -70kg ini semula menang ippon atas Han Aipin (China Taipei), tetapi di semifinal dikalahkan atlet Kazakhstan Amange Idieva.

"Dalam perebutan tempat ketiga dia kemudian mengalami kekalahan dari Solomon Karen dari Filipina sehingga ia urung mendapatkan perunggu dan akhirnya menempati posisi ranking lima Asia," ujar Zaedun.

Zaedun menambahkan, semangat para atlet tampil di AMAG demikian besar, apalagi setelah AMAG usai, mereka akan meneruskan perjuangan ke Pra SEA Games di Laos pada 8-10 Agustus mendatang. "Ke event Pra SEA Games kami akan membawa enam orang atlet junior yang baru-baru ini tampil juara di Kejuaraan Wismoyo Arismunandar Cup. Setelah itu bersama semua atlet yang tampil di AMAG kami akan tampil di Kejuaraan Asia Pasifik di Taiwan pada 12-15 Agustus mendatang," ujarnya.
    
Krisna Bayu merupakan atlet yang seringkali mengharumkan nama bangsa di berbagai event internasilnal dan dua tahun lalu, ia mendapatkan hadiah berupa rumah seharga Rp100 juta dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau