Pengamat: Kans Yuddy Kecil, Bakal Merapat ke Ical

Kompas.com - 05/08/2009, 10:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik dari CIRUS, Andrinof Chaniago, memprediksikan politisi muda Golkar Yuddy Chrisnandi yang mengajukan diri sebagai Ketua Umum Golkar justru akan merapat ke calon lainnya, Aburizal Bakrie, atau yang biasa disebut Ical.

Menurut Andrinof, selain karena memang kecilnya kans Yuddy, sikap politisi Golkar memang biasanya sulit ditebak pada awalnya. "Menurut saya, Yuddy justru nanti akan lebih condong ke Ical. Tapi harus dilihat politisi Golkar itu memang sulit dibaca. Baru hari-hari terakhir kelihatan posisinya," tutur Andrinof di sela-sela peluncuran sebuah buku di kawasan Kemang, Selasa (4/8) kemarin.

Andrinof mengatakan, tentu nantinya Yuddy akan melakukan tawar-menawar posisi dengan Ical yang dinilai memang cukup matang dari segi senioritas di Golkar, segi pengalaman berorganisasi, dan segi logistik. Menurut Andrinof, posisi yang harus ditawarkan kepada Yuddy adalah posisi yang lebih tinggi dari posisi Yuddy sekarang ini sebagai Ketua DPP Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) Golkar.

"Sekarang kan posisinya (Yuddy) sudah cukup tinggi, bisa saja dia nanti dikasih posisi Wakil Ketua Umum atau Ketua DPP yang strategis. Kalau posisi Sekjen kan biasanya diberikan ke purnawirawan," tandas Andrinof.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau