JAKARTA, KOMPAS.com — Posisi cadangan devisa di akhir Juli 2009 mencapai 57,4 miliar dollar AS, turun tipis dibandingkan akhir Juni lalu mencapai 57,576 miliar dollar AS. Posisi tersebut setara dengan 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Demikian tercatat dalam Tinjauan Kebijakan Moneter (TKM), hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Rabu (5/8).
Cadangan devisa antara lain digunakan untuk membayar utang luar negeri dan melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan rupiah.
Disebutkan, membaiknya permintaan negara emerging markets mendorong kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang diperkirakan lebih baik dari proyeksi sebelumnya.
"Hal ini ditopang oleh membaiknya kondisi perekonomian negara mitra dagang sehingga mendorong permintaan ekspor," sebut laporan BI ini.
Selain itu, perkembangan harga di pasar internasional yang kembali meningkat sejak pertengahan bulan Juli 2009 menumbuhkan optimisme akan dukungan terhadap kinerja ekspor selama triwulan III-2009.
Di sisi neraca modal dan finansial (TMF), kondisi pasar keuangan global yang kondusif, serta persepsi positif terhadap ekonomi domestik yang terjaga, telah mendorong berlanjutnya aliran masuk modal asing dalam bentuk portofolio.
"Penanaman dalam bentuk investasi langsung asing (foreign direct investment) juga diprakirakan masih akan berlangsung sejalan dengan berkurangnya keketatan likuiditas global dan prospek perekonomian domestik yang positif. Dengan berbagai perkembangan tersebut, NPI diprakirakan mencatat surplus lebih baik dari prakiraan sebelumnya," tulis Tinjauan Moneter tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang