Maria Febe Gagal ke Perempat Final

Kompas.com - 05/08/2009, 20:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Maria Febe Kusumastuti tak mampu bertahan di turnamen Astec Indonesia International Challenge 2009. Pada pertandingan di Stadion Tennis Indoor, Gelora Bung Karno, Rabu (5/8), Maria yang pekan lalu menjadi finalis Selandia Baru terbuka itu menyerah 18-21 21-16 16-21 dari pemain Thailand Jindapon Nitchaon.

Prestasi Maria yang membawa bendera PB Djarum Kudus ini terbilang menurun drastis karena hanya bertahan sampai di babak perdelapan final. Padahal dalam dua pekan terakhir, dia mampu menembus partai puncak, bahkan dua pekan lalu menjadi juara di Australia Terbuka.

Jika Maria yang menjadi unggulan ketiga ini gugur, lain halnya dengan Ana Rovita. Tak menjadi unggulan, Ana justru membuat kejutan dengan menyingkirkan pemain Jepang yang merupakan unggulan utama, Imabeppu Kaori. Dalam pertarungan berdurasi 1 jam 10 menit, Ana menang 21-16 11-21 24-22.

Kemenangan juga diraih Fransiska Ratnasari. Unggulan delapan ini tak menemui kesulitan besar saat menaklukkan pemain Malaysia Ooi Swee Wenn, dengan straight set 21-10 21-7. Sayang, di perempat final, Kamis (6/8), Ana dan Fransiska sudah harus bertemu sehingga satu di antara mereka dipastikan tersingkir.

Pemain Indonesia lainnya yang juga meraih sukses adalah Maria Elfira Christina. Unggulan ketujuh ini juga hanya perlu bermain dua set untuk menang 21-13 21-9 atas rekan senegaranya, Fitriani.

Namun, lagi-lagi Maria Elfira harus melakukan "perang saudara" untuk memperebutkan tiket semifinal. Pasalnya, di perempat final dia harus bertemu dengan Belleatrix Manuputi, yang akhir pekan lalu menyabet gelar Sirkuit Nasional di Surabaya. Belleatrix lolos setelah menang 21-6 21-9 atas pemain Malaysia Tan Rok Bin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau