JAKARTA, KOMPAS.com - Maria Febe Kusumastuti tak mampu bertahan di turnamen Astec Indonesia International Challenge 2009. Pada pertandingan di Stadion Tennis Indoor, Gelora Bung Karno, Rabu (5/8), Maria yang pekan lalu menjadi finalis Selandia Baru terbuka itu menyerah 18-21 21-16 16-21 dari pemain Thailand Jindapon Nitchaon.
Prestasi Maria yang membawa bendera PB Djarum Kudus ini terbilang menurun drastis karena hanya bertahan sampai di babak perdelapan final. Padahal dalam dua pekan terakhir, dia mampu menembus partai puncak, bahkan dua pekan lalu menjadi juara di Australia Terbuka.
Jika Maria yang menjadi unggulan ketiga ini gugur, lain halnya dengan Ana Rovita. Tak menjadi unggulan, Ana justru membuat kejutan dengan menyingkirkan pemain Jepang yang merupakan unggulan utama, Imabeppu Kaori. Dalam pertarungan berdurasi 1 jam 10 menit, Ana menang 21-16 11-21 24-22.
Kemenangan juga diraih Fransiska Ratnasari. Unggulan delapan ini tak menemui kesulitan besar saat menaklukkan pemain Malaysia Ooi Swee Wenn, dengan straight set 21-10 21-7. Sayang, di perempat final, Kamis (6/8), Ana dan Fransiska sudah harus bertemu sehingga satu di antara mereka dipastikan tersingkir.
Pemain Indonesia lainnya yang juga meraih sukses adalah Maria Elfira Christina. Unggulan ketujuh ini juga hanya perlu bermain dua set untuk menang 21-13 21-9 atas rekan senegaranya, Fitriani.
Namun, lagi-lagi Maria Elfira harus melakukan "perang saudara" untuk memperebutkan tiket semifinal. Pasalnya, di perempat final dia harus bertemu dengan Belleatrix Manuputi, yang akhir pekan lalu menyabet gelar Sirkuit Nasional di Surabaya. Belleatrix lolos setelah menang 21-6 21-9 atas pemain Malaysia Tan Rok Bin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang