Dengar Pendapat untuk Tentukan Tarif Impor Ban China

Kompas.com - 06/08/2009, 06:19 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Otoritas perdagangan AS, Rabu (5/8), mengatakan bahwa sebuah sidang dengar pendapat akan dilaksanakan atas proposal untuk menentukan tarif impor ban dari China dalam apa yang dianggap sebagai batu ujian untuk kebijakan perdagangan Presiden Barack Obama.
    
Kantor Perwakilan Perdagangan AS (USTR) mengatakan dalam sebuah pernyataannya, pihaknya akan menggelar dengan pendapat pada hari Jumat menyusul sebuah rekomendasi pada Juni oleh Komisi Perdagangan Internasional  Amerika Serikat untuk tarif hingga 55 persen pada  ban mobil penumpang dan ban truk ringan asal China.
    
Komisi telah menetapkan petisi lebih baik yang didorong Serikat Pekerja Baja AS, yang  mengatakan sebuah kenaikan besar dalam impor ban China telah memaksa pabrik-pabrik ditutup dan kehilangan pekerjaan di enam negara bagian selama lima tahun.
    
Sebuah komisi independen, agen federal quasijudicial dengan investigasi secara luas yang bertanggung jawab pada masalah-masalah perdagangan, memberikan suara 4-2 pada 18 Juni bahwa kenaikan impor ban China telah menyebabkan gangguan pasar di industri ban Amerika Serikat.
    
Sebelas hari kemudian, komisi merekomendasikan tiga tahun pengenaan tarif ban China di bawah Undang-Undang Perdagangan—tarif 55 persen pada nilai ban yang pada tahun pertama, 45 persen pada tahun kedua dan 35 persen di tahun ketiga.
    
Menurut bagian 421 dari Undang-Undang Perdagangan, jika Komisi menentukan bahwa impor dari China menyebabkan gangguan ke pasar produsen domestik, ia harus mengirim laporan kepada presiden dan wakil perdagangan Amerika Serikat. Presiden membuat keputusan akhir perbaikan.
    
Komisi menyatakan, laporan investigasi diserahkan ke Presiden Barack Obama dan Perwakilan Perdagangan AS Ron Kirk bulan lalu.
    
Sidang USTR akan menjadi acara terakhir dalam penyelidikan sebelum peraturan Obama direkomendasikan ITC.
    
USTR akan mengajukan rekomendasi perbaikan kepada Obama pada 2 September. Dia diminta untuk membuat keputusan dalam waktu 15 hari setelah menerima itu.
    
Sejak menempati kantornya pada Januari, Obama belum membuat suatu keputusan kebijakan utama perdagangan. "Bulan madunya telah berakhir, berkat permintaan rekan-rekan serikat pekerja untuk ’menjaga’ pekerjaan Amerika dari impor ban  dari China," Wall Street Journal mengatakan dalam sebuah laporan Selasa.
    
"Bayangan keputusannya akan menceritakan kepada dunia jika ia percaya atas retorikanya tentang bahaya proteksionisme dalam ekonomi global yang lemah," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau