Marzuki Alie Bantah Perintahkan Membuat Formulir C1 Ilegal

Kompas.com - 06/08/2009, 10:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie membantah telah memerintahkan untuk membuat formulir hasil rekap penghitungan suara di tingkat tempat pemungutan suara (TPS) atau formulir C1 ilegal yang menyerupai milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan beredar di Kota Tangerang, Banten. Demikian pernyataan Marzuki Alie yang dibacakan kuasa hukum SBY-Boediono, Amir Syamsuddin, di sela-sela sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (6/8).

"Pada dasarnya Sekjen Partai Demokrat mengakui kasus formulir ilegal yang beredar di Kota Tangerang dibuat oleh Partai Demokrat. Namun, Sekjen Partai Demokrat membantah telah mengeluarkan pernyataan mengaku membuat formulir-formulir C1," kata Marzuki Alie, seperti disampaikan kuasa hukum Amir Syamsuddin.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada persidangan Rabu (5/8) malam kubu Mega-Prabowo menghadirkan saksi Ahmad Zein yang menyatakan bahwa ada formulir C1 yang beredar di Tangerang sebelum proses pengitungan suara selesai. Formulir C1 ilegal tersebut lengkap dengan tanda tangan KPPS dan stempel basah. Zein juga mengutip berita di majalah Tempo yang menyebut bahwa Marzuki Alie mengakui telah membuat formulir C1 tersebut.

Dalam surat pernyataannya, Marzuki membantah dan mengatakan bahwa berita di majalah Tempo adalah interpretasi dari wartawan-wartawan majalah Tempo sendiri.

"Formulir C1 yang hanya ada di tim pasangan kami adalah bentuk formulir yang dibuat berdasarkan insiatif sendiri oleh kader Partai Demokrat di lapangan untuk mencatat perhitungan berdasarkan kepentingan sendiri," jelas Amir saat membacakan pernyataan Marzuki.

Formulir tersebut dibuat sebagai antisipasi apabila KPPS tidak memberikan formulir C1 milik KPU kepada para saksi. Sebab, pengalaman pileg lalu banyak saksi dari Partai Demokrat yang tidak menerima formulir C1.

"Model C1 sudah diklarifikasi oleh Panwaslu setempat dan formulir yang menyerupai C1 sudah dimusnahkan," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau