Atlet "Cabutan" Didiskualifikasi

Kompas.com - 06/08/2009, 16:30 WIB

YOGYAKARTA, Kompas.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendiskualifikasikan 33 atlet peserta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X DIY, karena terbukti berasal dari luar DIY.
    
"KONI DIY telah mengeluarkan surat keputusan (SK) untuk mendiskualifikasikan 33 atlet, antara lain 31 atlet cabang sepak takraw dan dua atlet tenis lapangan," kata Sekretaris Umum KONI DIY, GBPH Indrokusumo di Yogyakarta, Kamis.

Ia mengatakan, dasar pencoretan 31 atlet sepak takraw bukan karena adanya protes yang dilakukan salah satu kontingen, namun hal itu berdasarkan temuan dan kajian KONI DIY.

Menurutnya, Porprov merupakan ajang pembinaan prestasi atlet potensial di wilayah DIY, namun sejumlah kontingen berbuat curang dengan mengikutsertakan atlet dari luar DIY.

Berdasar kajian dan penelusuran yang dilakukan KONI DIY, 31 atlet sepak takraw dan dua atlet tenis meja juga terdaftar sebagai atlet yang berlaga di Porprov Jawa Tengah, katanya. "KONI DIY bertindak tegas menyikapi temuan itu. Upaya diskualifikasi merupakan cara untuk tetap menjaga sportivitas dan kejujuran dalam bertanding yang merupakan tujuan diselenggarakannya Porprov X DIY di Kota Yogyakarta," katanya.

Ia mengatakan, Porprov bertujuan untuk meningkatkan prestasi olahraga, bukan sekadar mencari popularitas dan mendulang medali semata.

Menanggapi sikap KONI DIY, kontingen sepak takraw Kabupaten Sleman mendukung penuh langkah tegas yang diambil KONI DIY dengan melakukan pencoretan sejumlah atlet di luar DIY. "Upaya diskualifikasi 31 atlet sepak takraw merupakan langkah tepat untuk pembinaan atlet DIY, sehingga pada masa mendatang kejadian serupa tidak terulang," kata Sekretaris Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Sleman, Mulyanto.

Menurut dia, KONI DIY dan KONI Jawa Tengah memiliki hubungan baik, sehingga permasalahan atlet di kedua wilayah dapat diselesaikan dengan cepat. "KONI DIY berhasil melacak atlet dari Jawa Tengah, namun berlaga di Porprov DIY, hal itu menunjukkan koordinasi kedua belah pihak berjalan baik," katanya.     

Sejumlah atlet sepak takraw yang didiskualifikasi, antara lain delapan atlet dari Kabupaten Bantul, karena terbukti dari luar DIY, yaitu empat atlet berasal dari Demak, satu atlet dari Solo, dan tiga atlet dari Blora.
 
KONI DIY juga mendiskualifikasikan sembilan atlet sepak takraw Kabupaten Kulonprogo, karena atlet tersebut berasal dari Magelang dan Purbalingga, Jawa Tengah.  Kota Yogyakarta terbukti mengikutsertakan 14 atlet sepak takraw dari luar DIY, antara lain 11 atlet dari Jepara, dua atlet dari Purworejo, dan satu dari Banyumas. Dua atlet tenis lapangan dari Kabupaten Gunungkidul didiskualifikasi, karena terbukti berasal dari Kota Solo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau