Juara Sirnas Tersingkir, Ganda Putra Veteran ke Semifinal

Kompas.com - 06/08/2009, 21:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Juara Sirkuit Nasional (Sirnas) di Surabaya pekan lalu, Belleatrix Manuputi, gagal menambah koleksi gelarnya karena tidak mampu menembus semifinal turnamen Astec Indonesia International Challenge 2009. Pada perempat final di Stadion Tennis Indoor, Gelora Bung Karno, Kamis (6/8), Belleatrix menyerah 11-21, 27-25, dan 14-21 dari rekan senegaranya yang merupakan unggulan ketujuh, Maria Elfira Christina.

Selanjutnya, Jumat (7/8), Maria Elfira akan bertemu dengan unggulan keempat, Rosaria Yusfin Pungkasari, untuk memperebutkan tiket ke final. Rosaria maju ke babak empat besar turnamen berhadiah 15.000 dollar AS ini setelah menang, 16-21, 21-7, dan 21-9, atas kompatriotnya, Maziyah Nadhir.

Partai semifinal lainnya, yang akan berlangsung besok, akan mempertemukan pemain Indonesia dan Thailand. Unggulan delapan, Fransiska Ratnasari, bakal menghadapi Jindapon Nitchaon, yang menang dengan 20-22, 21-16, dan 21-10 atas Elyzabeth Purwaningtyas.

Dengan demikian, Indonesia telah memastikan diri menempatkan satu wakilnya di final nomor tunggal putri. Ini juga terjadi pada nomor ganda campuran dan ganda putri.

Di dua nomor tersebut, Indonesia meloloskan semua pemainnya. Meskipun demikian, ada yang "ternoda" karena dalam nomor-nomor tersebut terdapat pasangan gado-gado.

Untuk ganda campuran, Alvent Yulianto (Indonesia) berpasangan dengan Mona Santoso (Amerika Serikat), sedangkan di nomor ganda putri, Endang Nursugianti (Indonesia), juga berpasangan dengan Mona Santoso.

Alvent/Mona akan menghadapi Ricky Widianto/Tika Permatasari Devi, dan selanjutnya bertemu pemenang dari Hendra AG/Vita Marissa vs Irfan Fadhilah/Weni Anggraini di final. Sementara itu, ganda putri Endang/Mona bertemu Della Destiara Haris/Ni Made Claudia Ayu Wijaya harus lebih dulu beradu kekuatan untuk menghadapi pemenang Nadya Melati/Vita Marissa vs Natalia Poluakan/Tika Permatasari Devi di final.

Flandy/Trikus juga ke semifinal

Ganda putra veteran Flandy Limpele/Trikus Harjanto masih bertahan di turnamen ini. Pasangan berusia 35 tahun tersebut melangkah ke semifinal setelah menghentikan juniornya yang merupakan unggulan ketiga, Afiat Yuris Wirawan/Wifqi Windarto, dengan straight set, 21-11 dan 21-17.

Di semifinal, Flandy/Trikus kembali menghadapi pemain muda Indonesia, Angga Pratama/Rian Agung Saputra. Angga/Rian lolos setelah menang 21-18 dan 21-16 atas Muhammad Rizky Delynugraha/Yohanes Rendy Sugiarto.

Untuk nomor tunggal putra, para pemain Indonesia mengepung satu pemain Thailand, Vilailak Pakkawat. Unggulan utama Dionysius Hayom Rumbaka akan menjadi andalan untuk menghentikan langkah pemain asing yang merupakan unggulan ke-15 tersebut sehingga bisa tercipta all-Indonesian final.

Pasalnya, pada partai semifinal lainnya terjadi "perang saudara" antara Adnan Fauzi dan Achmad Rivai. Adnan lolos tanpa bertarung melawan unggulan 12, Andreas Adityawarman, sedangkan Achmad lebih dulu menyingkirkan pemain Jepang, Sonoda Keigo, dengan 21-13 dan 21-15.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau