Ukuran Kaki Mempengaruhi Ukuran Penis?

Kompas.com - 07/08/2009, 10:08 WIB

KOMPAS.com - Di sekitar kita banyak sekali beredar mitos mengenai pria, khususnya mengenai tubuhnya. Begitu populernya mitos tersebut, sehingga Anda merasa itulah yang benar. Tanpa Anda sadari, hal ini mempengaruhi penilaian Anda mengenai sosok seorang pria. Namun, namanya juga mitos. Kebanyakan dari hal tersebut tidak sesuai kenyataan. Ingin tahu beberapa di antaranya? 

Mitos: Jari kaki yang besar berarti penis juga besar.
Fakta: Pertumbuhan jari kaki, jari tangan, dan penis, dipengaruhi oleh gen yang diturunkan oleh orangtua. Panjang dari kaki pun tidak dapat digunakan untuk memprediksi panjang anggota tubuh yang lain. Hal ini sudah terbukti dalam beberapa studi, yang menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara ukuran kaki pria dengan alat vitalnya. Dalam sebuah studi yang diadakan pada tahun 2002 oleh Jyoti Shah di St. Mary's Hospital, London, bahkan dilakukan perbandingan antara ukuran kaki dan penis (sebanyak 104 penis diukur pada panjang maksimalnya untuk mengetahui konsistensinya). Hasilnya, tidak ada korelasi yang ditemukan.

Mitos: Jika si dia mencukur rambut atau janggutnya, rambut akan tumbuh lebih lebat dan kasar.
Fakta: Jika itu yang terjadi, menurut Dr. Aaron Carroll dari Indiana University dan penulis Don't Swallow your Gum: Myths, Half-truths and Outright Lies About Your Body and Health, dokter bisa menemukan obat untuk masalah kebotakan pria dong? "Janggut sebenarnya akan terlihat lebih gelap dan kasar karena belum terekspos matahari. Begitu janggut itu tumbuh, ia akan terlihat sama dengan rambut yang sudah dicukur," katanya. 

Mitos: Cairan semen mengandung banyak kalori.
Fakta: Cairan semen terbuat dari air dan berbagai nutrisi, seperti vitamin C, kalsium, dan magnesium. Selain itu juga terdiri atas gula fruktosa, tetapi hanya sebesar 5-7 kalori dalam sekali keluar, demikian menurut Dr. Rachel Vreeman, kolega Dr. Carroll dari Indiana University.

Mitos: Pria lajang mendapatkan pengalaman seks yang lebih daripada pria menikah.
Fakta: Banyak orang mengatakan, pria menikah hanya akan tertidur lelap di dalam kamarnya, sedangkan pria lajang lah yang akan membuat "panas" kamar tidurnya. Namun dalam studi tahun 2006 yang digelar oleh National Opinion Research Center, terlihat bahwa pria menikah 28-400 persen lebih bahagia daripada para bujangan, tergantung dari usianya. Pria menikah lebih mampu membuat pasangannya mencapai orgasme, dan mereka juga lebih bersedia memberikan dan mendapatkan seks oral yang memuaskan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau