MEDAN, KOMPAS.com — Selain tanpa ditemani menteri anggota kabinet satu pun, kunjungan kerja (kunker) Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Jumat (7/8) ke Medan, Pronvisi Sumatera Utara, dan Batam, Provinsi Kepulauan Riau, juga tanpa ditemani anggota rombongan lainnya seperti yang biasa dilakukan Wapres Kalla, yaitu sejumlah pengurus dan anggota Partai Golkar serta beberapa keluarganya.
Oleh karena itu, kursi pesawat kepresidenan RJ-85/Pelita yang dinaiki Wapres Kalla banyak yang kosong. Tercatat lebih dari 20 kursi kosong seperti di kabin tengah yang biasanya diisi petinggi Partai Golkar dan pejabat tinggi lainnya.
Selama ini, terutama sebelum masa pemilu April dan Juli lalu, pesawat yang dinaiki rombongan Wapres Kalla, ataupun sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, kalau ke daerah selalu penuh sesak pesawatnya. Namun, sekarang ini tidak. Maklum saja, kunjungan kerja Wapres tidak lagi disertai dengan kunjungan internal, yaitu kunjungan ke Kantor DPD Partai Golkar di mana Wapres melakukan kunjungan kerja.
Kali ini, ia hanya ditemani sejumlah deputi kementerian dan deputinya di Istana Wapres serta Sekretaris Wapres Tursandi Alwi dan beberapa staf khusus, seperti Syahrul Udjud dan Sunaryo.
Adapun Deputi Wapres yang ikut di antaranya deputi bidang ekonomi, kesra, dan pengawasan, seperti Tirta Hidayat, Azyumardi Azra, dan Achmad Sanusi.
Wapres juga ditemani istrinya Ny Mufidah Jusuf Kalla dan Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud yang selama ini ikut dalam rombongan Wapres.
Kalau sekarang kursi banyak yang kosong, bisa dimaklumi karena sekarang tak ada lagi kampanye terbuka ataupun kampanye terselubung, kecuali kerja dan kerja hingga Oktober mendatang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang