Tidak Ditemani Menteri dan Golkar, Pesawat Wapres Kosong

Kompas.com - 07/08/2009, 10:32 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Selain tanpa ditemani menteri anggota kabinet satu pun, kunjungan kerja (kunker) Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Jumat (7/8) ke Medan, Pronvisi Sumatera Utara, dan Batam, Provinsi Kepulauan Riau, juga tanpa ditemani anggota rombongan lainnya seperti yang biasa dilakukan Wapres Kalla, yaitu sejumlah pengurus dan anggota Partai Golkar serta beberapa keluarganya.

Oleh karena itu, kursi pesawat kepresidenan RJ-85/Pelita yang dinaiki Wapres Kalla banyak yang kosong. Tercatat  lebih dari 20 kursi kosong seperti di kabin tengah yang biasanya diisi petinggi Partai Golkar dan pejabat tinggi lainnya.

Selama ini, terutama sebelum masa pemilu April dan Juli lalu, pesawat yang dinaiki rombongan Wapres Kalla, ataupun sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, kalau ke daerah selalu penuh sesak pesawatnya. Namun, sekarang ini tidak. Maklum saja, kunjungan kerja Wapres tidak lagi disertai dengan kunjungan internal, yaitu kunjungan ke Kantor DPD Partai Golkar di mana Wapres melakukan kunjungan kerja.

Kali ini, ia hanya ditemani sejumlah deputi kementerian dan deputinya di Istana Wapres serta Sekretaris Wapres Tursandi Alwi dan beberapa staf khusus, seperti Syahrul Udjud dan Sunaryo.

Adapun Deputi Wapres yang ikut di antaranya deputi bidang ekonomi, kesra, dan pengawasan, seperti Tirta Hidayat, Azyumardi Azra, dan Achmad Sanusi.

Wapres juga ditemani istrinya Ny Mufidah Jusuf Kalla dan Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud yang selama ini ikut dalam rombongan Wapres.

Kalau sekarang kursi banyak yang kosong, bisa dimaklumi karena sekarang tak ada lagi kampanye terbuka ataupun kampanye terselubung, kecuali kerja dan kerja hingga Oktober mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau