Pemimpin Taliban Pakistan Diduga Tewas

Kompas.com - 07/08/2009, 12:26 WIB

ISLAMABAD, KOMPAS.com — Pemimpin Taliban Pakistan, Baitullah Mehsud, kemungkinan telah tewas bersama dengan istri dan sejumlah pengawalnya dalam serangan rudal dua hari lalu. Menteri dalam Negeri Pakistan, Rehman Malik,  mengatakan hal itu, Jumat (7/8). "Kami menduga ia telah tewas dalam serangan rudal itu. Kami memiliki suatu informasi, tapi kami tidak memiliki bukti material untuk membuktikannya," kata Malik.

AS telah menetapkan hadiah sebesar 5 juta dollar untuk kepala Mehsud, sekutu Al Qaeda di Pakistan yang secara luas dianggap sebagai musuh masyarakat nomor satu.

Namun, seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS), yang tidak mau disebut namanya, di Washington, mengatakan, ia tidak melihat indikasi bahwa Mehsud telah tewas dalam serangan pada hari Rabu itu. Serangan pada sekitar pukul 1 waktu setempat di sebuah wilayah suku di Pakistan barat laut itu dipercaya telah dilakukan oleh sebuah pesawat mata-mata tanpa awak AS. Pemerintah Pakistan dan AS tidak memberikan konfirmasi atas serangan itu karena sensitivitas pelanggaran kedaulatan wilayah Pakistan.

Beberapa pejabat intelijen dan keluarga sebelumnya memberikan konfimasi bahwa istri Mehsud tewas dalam serangan rudal yang ditujukan ke rumah ayahnya di sebuah permukiman yang terletak dekat desa Makeen di daerah suku Waziristan Selatan. Seorang keluarga istri Mehsud pada awalnya mengatakan pemimpin Taliban tersebut tidak ada ketika serangan rudal, tetapi desas-desus beredar bahwa Mehsud terluka atau tewas.

Rumah yang diserang itu kira-kira dua jam perjalanan dari Makeen, dan para pejuang Taliban, menurut sejumlah warga desa, telah menutup tempat itu dan tidak memperbolehkan orang masuk. Seorang pejabat senior keamanan Pakistan mengatakan, selain istri Mehsud, saudara laki-laki Mehsud dan tujuh pengawalnya tewas dalam serangan itu.

Pejabat itu mengatakan, dinas intelijen sedang berusaha untuk mengungkap identitas korban lainnya. Sejumlah agen intelijen juga telah mendapat tanda-tanda bahwa para pemimpin berbagai kelompok Taliban telah merencanakan pertemuan shura, atau pertemuan dewan, di suatu tempat di Waziristan Selatan, Jumat malam.

Di masa lalu, kadang-kadang, sejumlah pemimpin gerilyawan yang diduga telah tewas muncul lagi ke permukaan. Mehsud menyatakan dirinya sebagai Pemimpin Taliban Pakistan, yang mengorganisasi sekitar 13 faksi di Pakistan barat laut pada akhir 2007. Para petempurnya berada di belakang gelombang serangan bunuh diri di Pakistan dan terhadap pasukan Barat di perbatasan di Afganistan. Ia juga dituduh berada di belakang pembunuhan Benazir Bhutto pada Desember 2007, tetapi ia membantah.

Serangan rudal AS ke wilayah Mehsud di Waziristan Selatan menjadi lebih sering setelah pemerintah Pakistan memerintahkan serangan militer sejak Juni. Pasukan Pakistan juga telah membombardir markas besar Mehsud dengan serangan udara dan artileri. Mehsud diperkirakan memiliki antara 10.000 dan 20.000 lebih pejuang yang bertempur keras bersamanya di pegunungan itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau