Tak Boleh Gunakan F60, Schumi Latihan dengan Gokar

Kompas.com - 07/08/2009, 17:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Michael Schumacher gagal melakukan tes Ferrari F60 yang akan dikendarainya pada GP Eropa di Valencia, 23 Agustus mendatang, karena aturan melarang uji coba mobil di paruh musim. Meskipun demikian, Schumi—panggilan Schumacher—memilih cara lain untuk persiapan menghadapi debutnya di balap mobil Formula 1 (F1), yaitu "bermain" gokar.

Pada Kamis (6/8) waktu Italia, pebalap berusia 40 tahun tersebut pergi ke sirkuit gokar bernama Lonato. Dia ditemani oleh test driver Ferrari, Luca Badoer.

"Gokar memberikan efek yang sangat baik. Itulah mengapa hari ini saya melakukan tes di Lonato bersama tim Tony Kart," ungkap Schumi di situs pribadinya, michael-schumacher.de.

"Saat ini, tak ada yang lebih baik lagi untuk persiapanku menghadapi balapan. Karting bisa menjadi solusi terbaik karena mengontrolnya mungkin lebih sulit dibandingkan F1," tambahnya.

Schumi yang tiga tahun lalu memutuskan pensiun dari balapan jet darat ini kembali duduk di belakang kemudi mobil F1. Ini terjadi lantaran dia diminta Ferrari untuk menggantikan posisi Felipe Massa yang sedang dalam proses penyembuhan cedera akibat kecelakaan dahsyat yang menimpanya di Q2 GP Hungaria, 25 Juli lalu.

Untuk itu, Schumi membutuhkan waktu untuk beradaptasi lagi. Sebagai persiapan, Schumi diboyong ke markas Ferrari di Italia agar dia bisa melakukan tes menggunakan mobil balap Ferrari yang tak dipakai lagi.

Setelah itu, Ferrari meminta agar Schumi diberi kesempatan melakukan uji coba F60 milik Massa yang akan digunakannya. Ternyata, rencana itu mendapat reaksi yang negatif dari beberapa tim peserta F1 2009 karena memang aturan sudah ditetapkan bahwa tidak ada uji coba pada paruh musim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau