OTTAWA, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri Kanada Laurence Cannon tegaskan kembali bahwa Kanada keluar dari Afganistan pada 2011, meskipun pemimpin NATO minta agar Kanada memperpanjang pengerahan tentaranya di Afganistan di negara yang dirusak akibat perang itu. "Pemerintah kami akan mematuhi mosi yang telah disahkan di parlemen pada 2008 bahwa pasukan tempur kami akan pergi pada 2011," kata Cannon.
Sebelumnya, Sekjen NATO Jenderal Anders Rasmussen, saat mengunjungi proyek pembangunan Kanada di Kandahar, Afganistan selatan, mengatakan bahwa ia ingin melihat Kanada tinggal melewati tahun 2011. "Tentu saja saya tidak akan campur tangan dengan politik domestik di negara sekutu, tapi tampak dari sudut pandang aliansi, saya akan sangat menyesalkan jika hal itu menjadi hasil akhir dari pertimbangan Kanada," kata Rasmussen.
"Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk menyampaikan apresiasi kuat saya pada sumbangan signifikan Kanada pada misi kami di Afganistan. Pada akhirnya, hal itu merupakan masalah keamanan kami sendiri. Kami tidak dapat membiarkan Afganistan, sekali lagi, menjadi surga yang aman bagi teroris. Dan saya juga berpikir, merupakan kepentingan Kanada untuk menjamin Afganistan yang damai dan stabil," lanjut Rasmussen.
Kanada memiliki 2.800 tentara yang bermarkas di Kandahar sebagai bagian dari Pasukan Bantuan Keamanan Internasional pimpinan NATO. Sejauh ini, 127 tentara Kanada, dan juga satu diplomat dan dua pekerja bantuan kemanusiaan telah tewas di Afganistan. Tahun 2008, parlemen setuju untuk menarik pasukan Kanada tidak lebih dari 2011.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang