Sejak Kemarin, Densus 88 Intai Rumah di Bekasi

Kompas.com - 08/08/2009, 05:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Sejak kemarin sore (7/8), anggota Densus 88 mengintai sebuah rumah di perumahan Puri Nusaphala, Rt 004/012, Blok D12, Jatiasih, Bekasi. Pukul 00.00, rumah tersebut digerebek.

Sempat terjadi penembakan sekitar pukul 01.30 oleh tim polisi antiteror ke rumah yang dikontrak oleh seorang bernama Ahmad Feri (35) itu.

Saat ini polisi masih menyisir lokasi. Diduga ditemukan bom aktif di rumah tersebut. Sejauh ini dari informasi yang dihimpun di lokasi, dua orang target polisi tewas dalam penggerebekan di rumah tersebut.

Warga sejak empat jam lalu dievakuasi polisi ke tempat yang berjarak jauh dari lokasi. Sebab, dikhawatirkan masin ada bom yang belum terdeteksi.

Wartawan dan warga tidak dapat mendekati rumah itu karena terhalang oleh garis pembatas polisi yang ditujukan guna memberikan keleluasaan bagi anggota Densus 88 yang melakukan penggerebekan. Memasuki pukul 05.00 WIB, Mabes POLRI  memberikan keterangan resmi apakah penggerebekan ini berhubungan dengan penggerebekan di Temanggung, Jawa Tengah.

Beberapa warga setempat menjelaskan salah satu penghuni  rumah kontrakkan itu telah diringkus di Cibubur, Jawa Barat, kemarin. Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, Kabareskrim Komjen Susno Duadji, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono serta beberapa pejabat POLRI telah berada di lokasi. (Jumar Sudiyana)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau