Dua Mayat Diduga Teroris Dibawa ke RS Polri

Kompas.com - 08/08/2009, 07:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua mayat yang diduga pelaku teror yang tewas saat diringkus aparat di perumahan Puri Nusa Phala Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Jati Asih kota Bekasi,  telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Metro kota Bekasi, Kombes. Pol. Drs. Mas Guntur Laupe, di Bekasi, Sabtu (8/8), mengatakan, usai aparat melakukan penyergapan dan memeriksa secara rinci TKP, dua mayat yang terdiri dari AR Setiawan dan Eko Joko Sardono dibawa ke rumah sakit.

"Kejadian penyergapan berlangsung pada pukul 01.00 WIB setelah aparat mendapatkan informasi akurat tentang keberadaan pelaku. Seluruh proses dilakukan aparat Densus 88," ujar Kapolres.

Kapolres menyatakan sebagian aparat masih disiagakan di lokasi dan warga tidak diperkenankan mendekati TKP. Ketua RW 12 Perumahan Puri Nusapala, Jufri Umar, mengatakan,  kedua pelaku mengontrak rumah sejak satu bulan lalu. Rumah yang dikontrak merupakan milik Suparno karyawan PT. Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP).

Lokasi kejadian kini dipadati warga masyarakat. Aparat berjaga didepan pintu gerbang perumahan dan di gang tempat rumah kedua pelaku diamankan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau