Air Setiawan Pamitnya ke Kendal

Kompas.com - 08/08/2009, 12:16 WIB

 

SOLO, KOMPAS.com- Air Setiawan (Bukan AR Setiawan seperti diberitakan sebelumnya), salah satu korban tewas dalam penggerebekan di Jatiasih, Kota Bekasi, dini hari tadi, diduga adalah warga Kampung Brengosan, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo. Ia pergi bersama Eko Joko Sarjono yang juga warga Brengosan.

Warga Brengosan, Yatni (48), berharap Air Setiawan yang dikabarkan tewas bukan anaknya. Yatni memang memiliki anak bernama Air Setiawan yang berusia 28 tahun.

"Kalau Air anak saya, kemarin habis Jumatan memang pergi, tapi saya tidak tahu ke mana, karena memang biasanya tidak pernah pamit. Ia kalau pergi hanya sebentar-sebentar saja, mengantar timbangan yang habis dicat atau membeli cat. Ia juga tidak biasa bawa handphone, dititipkan ke istrinya, sehingga sampai sekarang kami belum bisa kontak," kata Yatni.

Pagi hari, Air masih ikut kegiatan padat karya di kampungnya membuat kolam lele. Sehari-hari ia bekerja mengecat mobil dan timbangan pesanan sebuah pabrik

Slamet, orang yang biasa menyewakan mobil, mengungkapkan, hari Jumat kemarin ia memang menyewakan mobil kepada Air Setiawan yang mengatakan akan pergi menghadiri kondangan ke Kendal, Jawa Tengah. Mobil yang digunakan adalah Daihatsu Xenia berwarna merah dengan harga sewa Rp 350.000 untuk pemakaian 24 jam.

Pamitnya hanya pakai tidak lebih dari 24 jam. "Ia memang biasa pinjam mobil kepada kami, kadang-kadang sebulan tiga kali atau dua minggu sekali," kata Slamet, pemilik mobil, Sabtu (8/7).

Mobil itu sendiri milik seorang lurah di Solo yang memang biasa disewakan. Air, menurut Slamet, memberikan uang muka Rp 200.000. "Dia biasa begitu, kasih DP dulu nanti kalau sudah selesai baru dilunasi," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau