Lampard Ingin Melatih Chelsea

Kompas.com - 09/08/2009, 02:24 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Gelandang Chelsea Frank Lampard bercita-cita ingin melatih klubnya itu setelah ia pensiun nanti. Kini ia ingin fokus bermain dulu, setidaknya hingga usia 38 tahun.

Lampard yang kini berusia 31 tahun masih memiliki kontrak sebagai pemain hingga empat tahun mendatang. Setelah kontrak itu habis, ia masih berkeinginan untuk bisa main lagi. Satu atau dua tahun sudah cukup baginya untuk menyiapkan diri sebelum gantung sepatu.

"Aku tidak pernah menggambarkan diri seperti itu tapi aku senang dapat melanjutkan kontrakku saat ini (yang masih tersisa empat tahun)," kata Lampard kepada The Times. "Dengan latihan dan nutrisi tepat, aku tidak melihat alasan aku tidak bisa berkarier hingga usia 37 atau 38 tahun."

"Mungkin sulit bagi striker melakukan itu tapi pemain gelandang masih bisa, terutama jika Anda tetap berlatih," lanjutnya.

Lampard menambahkan, setelah itu ia ingin melanjutkan kariernya sebagai pelatih "The Blues". Ia sudah merencanakan hal itu bersama rekan satu timnya, John Terry. Keduanya pemain yang menjadi simbol Chelsea karena sama-sama sudah bermain sangat lama untuk tim tersebut.

"Manajemen klub kini menjadi ketertarikanku. Beberapa tahun lalu aku tidak menginginkannya, tapi dengan bekerja bersama banyak manajer bagus dan senang melihat pemain muda datang, aku ingin melakukannya," ujar Lampard, yang sudah 14 tahun membela tim London barat itu.

"Aku sudah bilang kepada John tentang itu dan kami ingin melakukannya bersama. Suatu hari nanti aku ingin melatih Chelsea. Itu sebuah impian karena aku telah menjadi bagian kuat dengan klub, tapi John bisa jadi bakal mengalahkanku," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau