Pterosaurus adalah Penerbang Andal

Kompas.com - 09/08/2009, 12:58 WIB

RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com — Sebuah fosil Pterosaurus—cikal bakal vertebrata penerbang pertama—yang ditemukan di China memiliki bentuk sayap yang unik dan rumit yang memungkinkan hewan purba ini terbang dan mengontrol penuh sayapnya seperti burung.

Temuan tim peneliti dari Brasil, Jerman, China, dan Inggris ini mendukung teori bahwa reptil penguasa langit yang pernah hidup 220 miliar tahun lalu itu bukan sekadar melayang, namun mampu terbang.

Menggunakan teknik pencahayaan sinar ultraviolet canggih, para peneliti berhasil melihat detail jaringan pada sayap fosil yang ditemukan di pedalaman Mongolia itu. Mereka kemudian mengambil kesimpulan bahwa hewan yang juga dikenal sebagai pterodactyl itu mampu mengendalikan sayapnya.

Alexander Kellner, paleontolog Museum Nasional Brasil di Rio De Janeiro, mengatakan, mereka menemukan rambut mirip otot yang berbeda dari hewan mana pun di tubuh dan bagian sayap makhluk ini. Jaringan tersebut diduga membantu pterosaurus mengendalikan suhu tubuhnya dan menunjukkan bahwa mereka berdarah panas.

"Rambut ini berbeda dari bulu-bulu yang kami temukan pada mamalia dan memberi petunjuk bahwa mereka mampu mengatur suhu tubuh mereka sendiri sehingga termasuk kategori hewan berdarah panas," papar Alexander.

"Ini penting untuk mengetahui bagaimana fungsi organ-organ pterosaurus," tambahnya.

Penelitian menggunakan sinar ultraviolet menunjukkan adanya beberapa lapisan otot yang berfungsi mengontrol bagian sayap. Diperkirakan otot itulah yang menjadikan pterosaurus terbang lebih stabil dan lebih mampu mengontrol sayap saat terbang dibanding hewan terbang lain.

Pterosaurus yang jenisnya beragam mulai dari penerbang ukuran kecil hingga sangat besar telah punah sekitar 65 juta tahun lalu bersama punahnya dinosaurus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau