Mabes Polri Belum Beri Izin Keluarga Tersangka Teroris Lihat Jenazah

Kompas.com - 09/08/2009, 16:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Keluarga tersangka teroris Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono alias Joko Peyang, Minggu (9/8), berniat membawa pulang jenazah kedua tersangka teroris tersebut. Namun, hingga saat ini pihak Mabes Polri masih belum memberikan izin.

"Belum diizinkan dari Mabes untuk melihat jenazah (di RS Polri Kramat Jati). Jadi ini maksudnya keluarga mau ambil sekalian," kata kuasa hukum keluarga, Muhammad Kurniawan, saat dihubungi wartawan lewat telepon, Jakarta, Minggu (9/8).

Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono alias Joko Peyang tewas ditembak oleh tim polisi antiteror, Sabtu (8/8) dini hari, di Puri Nusa Phala, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Keduanya diduga anggota jaringan dari gembong teroris kelas kakap, Noordin M Top.

Dalam penyerbuan yang dilakukan di sebuah rumah kontrakan di perumahan itu, tim polisi antiteror menemukan bahan peledak sekitar 100-500 kilogram dengan perlengkapan rangkainya dan dua unit mobil.

Setibanya di Mabes Polri, pihak keluarga yang diwakili oleh Agus Purwanto (ayah Air Setyawan) dan Slamet Widodo (ayah Eko Peyang), kata Kurniawan, diterima oleh Koordinator Piket Detasemen Khusus 88, Trisna, di ruang satgas Bom.

"Dia bilang belum diperbolehkan (melihat dan membawa pulang jenazah) sama dokter forensik," akunya. "Dia juga bilang suratnya (surat izin) itu kan surat yang ditandatangani oleh Kapolri, karena Kapolri itu kan membawahi rumah sakit (Polri Dr Sukanto Kramat Jati) juga, dan kalau itu sudah ada baru bisa," tambahnya menirukan perkataan petugas Densus 88.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau