Rumah di Jatiasih Itu Berdiri di Tanah Saya

Kompas.com - 09/08/2009, 16:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Saat ini rumah yang disewa teroris di Perumahan Puri Nusaphala Blok D 12 RT 04 RW 012, Jatiasih, Bekasi, ramai dikunjungi masyarakat. "Saya penasaran pada tempatnya, kejadiannya," kata Johan sesaat setelah mengamati rumah bertipe 45 dengan cat krem tersebut, Minggu (9/8) siang.

Lelaki berumur 30 tahun tersebut mengaku kaget setelah melihat sendiri rumah yang menjadi saksi bisu kematian dua teroris Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono saat digerebek Tim Densus 88 pada Sabtu (8/8) dini hari.

"Setelah melihat jadi kaget. Karena di lokasi perumahan kok ada bom," kata warga Bojong, Bogor, Jabar, tersebut.

Hal yang sama juga dialami Rana. Perempuan berumur 50 tahun tersebut merasa penasaran mana rumah yang disewa Achmad Ferry untuk dipakai merangkai bom. Ternyata, ia mengaku rumah yang masih dikelilingi garis polisi dengan radius 10 meter tersebut berdiri di bekas tanahnya.

"Ini dulu tanah saya, sawah saya sebelum jadi perumahan. Saya sendiri tinggal di Pedurenan," ungkapnya.

Lain lagi dengan warga lain, Marwah. Ia hanya iseng melihat rumah yang masih dijaga ketat petugas polisi itu. "Saya baru saja mengikuti arisan keluarga di Bojongkulur. Setelah itu kami ber-50 datang ke sini," ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau