Ketua RT: Achmad itu Lebih Mirip Noordin M Top

Kompas.com - 09/08/2009, 20:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Teka-teki apakah laki-laki yang terbunuh dalam penggregekan rumah Muhzahri di Temanggung Jawa Tengah benar Noordin M Top belum terpecahkan. Teka-teki itu semakin membingungkan, ketika ada yang meyakini Achmad Ferry mirip dengan Noordin, orang yang paling dicari di Indonesia terkait rangkai ledakan bom.

"Menurut saya, Achmad itu lebih mirip Noordin," kata Sundoyo, Ketua RT 4 Perumahan Puri Nusaphala Keluruhan Jatiluhur Kecamatan Jatiasih, Bekasi, kepada Kompas.com (9/8).

Achmad yang menyewa rumah No. 12 di Blok D Perumahan itu merupakan tersangka teroris kelompok Noordin. Ia tinggal bersama Air Setiawan dan Eko Peyang. Kedua nama terakhir tewas dalam penggrebekan oleh Polisi pada Sabtu (8/8) dini hari.

Menurut Sundoyo, wajah Achmad yang berbentuk bulat mirip sekali dengan Noordin. Selain itu, rambutnya juga ikal. Di wajahnya ada kumis tipis seperti baru tumbuh setelah dicukur. Juga ada jenggot dengan tubuh yang agak gemukan. "Kalau logatnya biasa. Tidak ada yang menonjol," tuturnya.

Sepengetahuan Sundoyo, Achmad yang pada KTP-nya beralamat di Bekasi Utara tinggal sendirian. "Namun ia pernah mohon maaf jika nanti tidak lapor lagi ketika ada dua orang ponakannya akan tinggal bersamanya. Untuk bantu masak, bilangnya," papar Sundoyo yang tinggal di Blok C-14.

Lebih lanjut, Sundoyo mengatakan pascapenggrebekan teroris di wilayahnya, petugas keamanan perumahan tidak ditambah. "Cuma lebih waspada. Kalau ada warga baru, entah ngontrak maupun beli akan didata dengan lebih detail," tandasnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau