WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) meyakini bahwa pemimpin Taliban di Pakistan Baitullah Mehsud tewas dalam serangan yang dilakukan minggu lalu.
"Kami meyakini demikian," kata Jenderal Jim Jones, penasihat keamanan nasional Presiden Barrack Obama, dalam sebuah jumpa pers di Washington, Minggu (9/8). "Kami meyakininya hingga 90 persen," sambungnya.
Sebelumnya pada Jumat lalu, Menteri Luar Negeri Pakistan menyatakan pihaknya masih menunggu kepastian dari hasil pemeriksaan DNA, agar pria yang tewas pada Rabu pekan lalu itu dapat diketahui identitasnya.
Sementara itu, seperti yang diberitakan Kompas.com sebelumnya, pemimpin Taliban yang paling diburu AS di Pakistan ini, menurut dua deputinya, Hakimullah dan juru bicara Taliban Maulvi Umar, masih hidup.
Hakimullah dan Maulvi Umar mengungkapkan hal itu kepada wartawan Associated Press secara terpisah, Sabtu kemarin, bahwa dalam beberapa hari mendatang akan ada bukti yang menunjukkan bahwa pemimpin mereka, Baitullah Mehsud, masih hidup.
Berita tentang kematian Mehsud—yang oleh Pemerintah Pakistan dituduh terlibat jaringan Al Qaeda dan juga dicurigai berada di balik aksi pembunuhan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto—menurut Maulvi Umar, hanya untuk mengecilkan hati dan menghancurkan moral Taliban.
Menurut Umar pula, Mehsud kini bersama pengikut-pengikutnya ”masih segar dan fit”, dan bahkan tak cedera sedikit pun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang