Meski demikian, untuk wilayah Jaffna, Partai Aliansi Rakyat (PA) memenangi 13 kursi, mengalahkan Aliansi Nasional Tamil (TNA) yang mendapatkan delapan kursi.
Pemungutan suara yang diselenggarakan Sabtu (8/8) itu merupakan yang pertama setelah tentara Pemerintah Sri Lanka menumpas Macan Tamil dan dipandang sebagai upaya pemerintah untuk mengukur tingkat popularitasnya sejak pertempuran berakhir dengan kemenangan, Mei lalu.
Meski demikian, tingkat partisipasi rakyat Tamil dalam pemungutan suara sangat kecil. Dari 125.000 pemilik hak suara, hanya 28 persen yang menggunakan haknya di Jaffna dan Vavuniya.
”Kemenangan Aliansi Nasional Tamil di Dewan Vavuniya merupakan sebuah tanda bahwa di sana ada demokrasi. Itu juga menunjukkan bahwa pemungutan suara berlangsung bebas dan jujur,” kata seorang pejabat senior pemerintah setempat, Minggu.
Pejabat yang enggan disebutkan namanya itu menambahkan, hasil tersebut menunjukkan Macan Tamil bisa masuk ke jalur politik utama jika mereka sepakat atas seruan pemerintah untuk meletakkan senjata dan meneruskan pembicaraan damai.
TNA dibentuk oleh para mantan pemberontak dan kelompok moderat Tamil untuk bertarung pada Pemilu 2004. Ketika itu, mereka mendapatkan 22 kursi di parlemen nasional.
Meski tingkat partisipasi di Vavuniya rendah, partai Presiden Rajapakse menang mutlak di sejumlah daerah pemilihan lainnya. Di Dewan Provinsi Uva, PA memenangi 25 dari 34 kursi dan mengurangi kursi yang sebelumnya ditempati partai oposisi utama, Partai Persatuan Nasional (UNP), menjadi tujuh kursi.
Kelompok Macan Tamil, Minggu, menuntut sebuah penyelidikan terhadap bagaimana pemimpin baru mereka ditangkap di Malaysia dan diterbangkan kembali ke Sri Lanka untuk diinterogasi.
Visuvanathan Rudrakumaran, seorang tokoh senior Macan Tamil, mengatakan, Malaysia harus mengumumkan rincian ”penculikan” Selvarasa Kumaran Pathmanathan.
Para pejabat di Kolombo menolak mengatakan bagaimana Pathmanathan ditangkap, tetapi Pemerintah Thailand mengatakan dia ditangkap di Kuala Lumpur, Rabu (5/8), dan dikirimkan ke Sri Lanka melalui Bangkok.
”Jika Pemerintah Malaysia tidak mempunyai informasi mengenai hal itu, kami menuntut sebuah penyelidikan atas keseluruhan peristiwa,” kata Rudrakumaran dalam pernyataan lewat
Pathmanathan yang mengambil alih jabatan ketua Macan Tamil setelah ketua pendiri Velupillai Prabhakaran tewas pada penyerbuan akhir tentara Sri Lanka, Mei lalu, berupaya untuk membangkitkan kembali kelompok pemberontak itu dari luar Sri Lanka.
Seorang juru bicara Departemen Pertahanan Sri Lanka
Pathmanathan masuk dalam daftar pencarian oleh Interpol atas tuduhan penyelundupan
Juru bicara Dephan Sri Lanka, Keheliya Rambukwella, Sabtu, mengatakan, Pemerintah Sri Lanka siap mengekstradisi Pathmanathan setelah penyelidikan awal selesai jika Pemerintah India menginginkannya.
Ekstradisi Pathmanathan itu disebutkan akan dilakukan sesuai dengan aturan-aturan internasional. Akan tetapi, sejauh ini permintaan ekstradisi atas Pathmanathan dari India belum ada. (AP/AFP/OKI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang