Sanitasi Lingkungan Buruk, Tifus dan Diare Melonjak

Kompas.com - 10/08/2009, 17:58 WIB

BANTUL, KOMPAS.com — Menjelang musim kemarau, kasus tifus dan diare di Kabupaten Bantul mulai menunjukkan tren meningkat. Salah satu indikasinya adalah lonjakan jumlah pasien kedua penyakit tersebut di Rumah Sakit Umum Panembahan Senopati. Untuk pencegahan, masyarakat diimbau untuk memperbaiki sanitasi lingkungan.

"Dari total kapasitas 200 kamar di Rumah Sakit Umum (RSU) Panembahan Senopati, tingkat okupansinya mencapai 95 persen. Sebagian besar adalah pasien tifus dan diare. Di bangsal anak misalnya, dari 30 pasien, 8 di antaranya menderita diare," kata dr Gandung Bambang Hermanto, Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSU Panembahan Senopati, Senin (10/8).

Menurutnya, lonjakan penyakit tifus dan diare mulai terasa sejak akhir bulan Juni atau bertepatan dengan musim kemarau. Kedua penyakit tersebut sangat terkait dengan kebersihan lingkungan sekitar. Pada musim kemarau, produksi debu berlebih dan sebagian masyarakat kekurangan air bersih. Akibatnya, kualitas sanitasi lingkungan menurun.

Untuk penyakit tifus, rata-rata pasien menginap selama 5-7 hari, sementara diare tergantung dengan seberapa parah kondisi pasien. Selain tifus dan diare, penyakit lain yang juga rentan selama kemarau adalah radang paru-paru. "Meski jumlah kasusnya fluktuatif, penyakit ini juga perlu mendapat perhatian," katanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dr Siti Noor Zaenab Syech Said mengatakan, tifus disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini kebanyakan ditularkan melalui kotoran manusia. Kuman tersebut masuk melalui saluran pencernaan, setelah berkembang biak kemudian menembus dinding usus menuju saluran limfa, dan masuk ke dalam pembuluh darah.

"Supaya tidak terkena, sebaiknya menjaga kebersihan lingkungan. Hindari jajan sembarangan di pinggir jalan. Vaksin khusus tifoid juga bisa diberikan untuk meningkatkan daya tahan tubuh," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau