Lawan Ical, Yuddy Ibaratkan Daud

Kompas.com - 10/08/2009, 19:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Departemen Organisasi, Kepemudaan dan Kaderisasasi DPP Partai Golkar Yuddy Chrisnandi, yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar mendatang, untuk kedua kalinya menemui Ketua Umum DPP Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Minggu (9/8) malam.

"Pak JK terus memotivasi saya dan meminta saya untuk tidak menyerah menghadapi kandidat lain. Saya diminta untuk terus meyakini daerah dengan gagasan dan program yang saya miliki. Memang tidak mudah memenangi persaingan, akan tetapi perjuangan itu jangan berhenti," ungkap Yuddy, saat ditanya Kompas di Jakarta, Senin (10/8) malam ini.

Yuddy mengaku menemui Kalla karena ia sebagai anggota pengurus Partai Golkar, yang masih memiliki kewajiban melaporkan kepada Ketua Umum Partai Golkar.

Tentang lawan kuatnya, yaitu Aburizal Bakrie, Yuddy menambahkan, dirinya ibarat Daud yang harus berhadapan dengan raksasa Goliat untuk merebut tampuk kekuasaan di Partai Golkar. "Dalam cerita itu, kan Daud, menang dan Goliat kalah," tutur Yuddy menambahkan.

Yuddy, yang masih tercatat sebagai Juru Bicara Pasangan Capres dan Wapres JK Wiranto, mengatakan, selama ini ia telah menemui pimpinan organisasi sayap Partai Golkar untuk meminta restu dan dukungan.

Organisasi itu di antaranya Musyawarah Kerja Gotong Royong (MKGR), Sentral Organisasi Kekaryaan Swadiri Indonesia (Soksi), Satuan Karya (Satkar) Ulama Partai Golkar, Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI), Kesatuan Organisasi Serba Guna Gotong Royong (Kosgoro), Al Hidayah, dan Himpunan Wanita Karya.

"Yang belum saya temui adalah pimpinan Satkar Ulama, KH Tubagus Hassan Sohib, yang tengah sakit," kata Yuddy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau