BEIJING, KOMPAS.com — Hingga Senin (10/8), topan Morakot sudah melemah menjadi badai tropis. Namun, nestapa masih terasa di pesisir timur China. Pemerintah China mencatat mesti mengevakuasi sedikitnya sejuta orang dari kawasan tersebut.
Topan Morakot, sejak kemarin, menghantam Kabupaten Xiapu di Provinsi Fujian. Berkecepatan 119 kilometer per jam, topan yang datang berikut angin dan hujan itu menghancurkan rumah-rumah dan menggenangi area pertanian.
Penerbangan ditunda dan kapal-kapal nelayan diminta bersandar. Seorang anak tewas akibat runtuhnya sebuah bangunan.
Sementara di Jepang, sembilan orang dilaporkan tewas akibat banjir dan tanah longsor setelah topan Etau membawa hujan deras ke arah barat negeri itu.
Delapan orang tewas di Prefekturat Hyogo, termasuk seorang laki-laki yang mobilnya terbawa ganasnya arus sungai, dan seorang lagi tewas di prefektur sebelahnya Okayama. Sebanyak 10 orang lainnya dinyatakan hilang.
Dari pucuk pohon
Media China mengatakan, langit menjadi gelap di Beibi, Fujian, ketika topan Morakot melanda Minggu pagi. Pohon-pohon tercabut saat angin kencang dan hujan deras menghajar daerah pesisir, dan lebih dari 2.000 rumah dilaporkan runtuh.
Sekitar 473.000 warga Provinsi Zhejiang dievakuasi sebelum topan mengguncang, juga 480.000 warga Fujian, kata kantor berita Xinhua.
Di Kota Wenzhou Zhenjiang seorang anak berumur empat tahun tewas akibat tertimpa bangunan roboh. Lusinan jalan terendam banjir. Sementara itu, bandar udara ditutup di kota itu.
Para penyelamat mengatakan menggunakan rakit untuk mencapai daerah yang paling parah. Lalu, di suatu tempat hanya pucuk pohon yang tampak di atas permukaan air.
Kehancuran di Taiwan
Sebelumnya, pada Jumat dan Sabtu lalu, Morakot menumpahkan 250 mm per hari air hujan di wilayah Taiwan saat menyeberangi pulau itu, membasahi jembatan dan jalanan.
Sedikitnya tiga orang tewas pada bencana banjir terburuk dalam 50 tahun terakhir di Taiwan ini.
Dalam satu kasus, sebuah bangunan hotel—sedang kosong—terbawa arus air yang deras.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang