Meski Sudah Melemah, Morakot Tinggalkan Nestapa

Kompas.com - 10/08/2009, 22:33 WIB

BEIJING, KOMPAS.com — Hingga Senin (10/8), topan Morakot sudah melemah menjadi badai tropis. Namun, nestapa masih terasa di pesisir timur China. Pemerintah China mencatat mesti mengevakuasi sedikitnya sejuta orang dari kawasan tersebut.

Topan Morakot, sejak kemarin, menghantam Kabupaten Xiapu di Provinsi Fujian. Berkecepatan 119 kilometer per jam, topan yang datang berikut angin dan hujan itu menghancurkan rumah-rumah dan menggenangi area pertanian.

Penerbangan ditunda dan kapal-kapal nelayan diminta bersandar. Seorang anak tewas akibat runtuhnya sebuah bangunan.

Sementara di Jepang, sembilan orang dilaporkan tewas akibat banjir dan tanah longsor setelah topan Etau membawa hujan deras ke arah barat negeri itu.

Delapan orang tewas di Prefekturat Hyogo, termasuk seorang laki-laki yang mobilnya terbawa ganasnya arus sungai, dan seorang lagi tewas di prefektur sebelahnya Okayama. Sebanyak 10 orang lainnya dinyatakan hilang.

Dari pucuk pohon

Media China mengatakan, langit menjadi gelap di Beibi, Fujian, ketika topan Morakot melanda Minggu pagi. Pohon-pohon tercabut saat angin kencang dan hujan deras menghajar daerah pesisir, dan lebih dari 2.000 rumah dilaporkan runtuh.

Sekitar 473.000 warga Provinsi Zhejiang dievakuasi sebelum topan mengguncang, juga 480.000 warga Fujian, kata kantor berita Xinhua. 

Di Kota Wenzhou Zhenjiang seorang anak berumur empat tahun tewas akibat tertimpa bangunan roboh. Lusinan jalan terendam banjir. Sementara itu, bandar udara ditutup di kota itu.

Para penyelamat mengatakan menggunakan rakit untuk mencapai daerah yang paling parah. Lalu, di suatu tempat hanya pucuk pohon yang tampak di atas permukaan air.

Kehancuran di Taiwan

Sebelumnya, pada Jumat dan Sabtu lalu, Morakot menumpahkan 250 mm per hari air hujan di wilayah Taiwan saat menyeberangi pulau itu, membasahi jembatan dan jalanan.

Sedikitnya tiga orang tewas pada bencana banjir terburuk dalam 50 tahun terakhir di Taiwan ini.

Dalam satu kasus, sebuah bangunan hotel—sedang kosong—terbawa arus air yang deras.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau