Polisi Masih Selidiki Foto Noordin M Top

Kompas.com - 11/08/2009, 06:15 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com - Hingga saat ini polisi masih menyelidiki foto yang merebak di internet dan diduga adalah wajah Noordin M Top seusai penyergapan di Temanggung.
        
Pasalnya foto tersebut diduga merupakan foto korban bunuh diri, Sofyan Ano (21) di Gorontalo yang terjadi pada 21 Juli 2009 lalu yang dikenali keluarganya. "Kami cocokkan dulu dengan dokumentasi yang ada pada kami, baru bisa memberi kepastian itu foto korban bunuh diri di Gorontalo atau bukan," kata AKBP Wilson Damani, Kabid  Humas Polda Gorontalo, Selasa (11/8).
 
Kesamaan foto  itu diakui oleh keluarga Sofyan , yang merasa terpukul foto tersebut kembali merebak di media massa dan dikaitkan dengan gembong teroris di Indonesia. "Saya memang tak pernah melihat foto itu di internet, tapi lihat di televisi dan kami mendapat kabar dari keluarga di Banjarmasin yang menanyakan kenapa foto anak saya dikatakan Noordin M Top," kata ibunda Sofyan, Marlin Ibrahim saat dikonfirmasi.
 
Ia dan keluarga yakin foto yang diduga jenazah Noordin adalah foto anaknya, saat tewas melompat dari menara, yang dikenali dari wajah serta kalung yang dikenakan korban.
 
Hal yang sama juga tersebut diungkapkan oleh sejumlah wartawan yang sempat meliput kejadian pascatragedi bunuh diri yang dilakukan mahasiswa STIMIK Jayakarta tersebut di Menara Keangungan,Limboto, Gorontalo.
 
"Saya sempat mengambil gambar wajah Sofyan yang sudah hancur karena jatuh dari menara dan saya yakin itu memang bukan foto Noordin M Top seperti yang beredar  di internet selama ini," ungkap Ismail Sam Giu, wartawan Trans7 di Gorontalo.
 
Menurut dia, setelah menjatuhkan diri dari menara berketinggian 60 meter tersebut, kepala Sofyan terbelah dua dengan isi otak yang berceceran.
 
Ia menambahkan, sebelumnyan foto Sofyan tersebut juga memang telah lebih dulu beredar di intenet dan facebook pada hari saat bunuh diri itu terjadi, dan baru diklaim sebagai Noordin setelah penyergapan di Temanggung.
 
Wartawan TVOne, Irfan Lussa yang juga sempat mengabadikan gambar tersebut, mengakui kesamaan foto tersebut. "Foto di internet itu sama persis dengan foto Sofyan setelah jatuh dari menara yang kami miliki, hanya saja foto di internet sudah dilengkapi  tulisan Noordin M Top di Temanggung," kata Irfan.
  
Foto tersebut beredar di internet  dan dinyatakan sebagai Noordin, beberapa saat setelah sang teroris diberitakan tewas terbunuh di Temanggung, Jawa Tengah, pada Sabtu (8/8).
 
Sebelumnya, diduga mengalami stress, Sofyan nekat menjatuhkan dirinya dari  lantai tiga menara yang terletak di persimpangan jalan utama Limboto, Kabupaten Gorontalo tersebut.
 
Penyidikan kasus bunuh diri  oleh warga Kelurahan Pulubala, Kota Gorontalo tersebut, hingga kini masih ditangani oleh Polres Limboto.
      
Menanggapi hal itu, Kapolres Limboto, AKBP Budi Wijanarko juga membantah tegas bahwa foto tersebut merupakan jenazah Noordin M Top. "Itu foto Sofyan, lagipula mana mungkin Noordin meloncat jatuh dari Menara di Gorontalo," ujarnya.
 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau