Berita Foto: Penelitian Ikan Purba Coelacanth di Sea World

Kompas.com - 11/08/2009, 15:01 WIB
0/0

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim peneliti dari Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan (BRKP-DKP) melakukan preservasi dan pengamanan sampel ilmiah ikan purba coelacanth (Latimeria menadoensis) di Sea World Indonesia, Ancol, Jakarta, Selasa (11/8).

Penelitian ikan purba yang ditemukan di perairan Pulau Talise, Manado, Sulawesi Utara, pada November 2008 tersebut meliputi morfometri, genetika, patologi, nutrisi, histologi, dan reproduksi.

Coelacanth disebut ikan purba karena sebelumnya hanya diketahui dari fosilnya dan diduga punah sejak 10 juta tahun silam. Ikan ini telah ada di bumi sejak era Devonia sekitar 380 juta tahun silam, lebih tua dari dinosaurus, dan tidak berevolusi.

Di dunia ada dua spesies (Latimeria chalumnae dan Latimeria menadoensis). Spesies L chalumnae ditemukan pertama kali di Kepulauan Komoro, Afrika, tahun 1938. Spesies L menadoensis ditemukan pertama di Manado, Sulut, tahun 1998.

Saat ini coelacanth dapat dijumpai di Kenya, Tanzania, Komoro, Mozambik, Madagaskar, Afrika Selatan, dan Indonesia (Tolitoli di Sulawesi Tengah, serta Manado dan Bunaken di Sulut).

Ikan ini hidup pada kedalaman 150-200 meter pada suhu 12-18 derajat celsius di relung-relung goa batuan lava. Ikan ini juga merupakan predator yang karnivor dengan memangsa ikan-ikan kecil pada malam hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau