Enam Provinsi Ajukan Diri Gelar Munas Golkar

Kompas.com - 11/08/2009, 18:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Enam provinsi telah menawarkan diri menjadi tempat penyelenggaraan Musyawarah Nasional Partai Golkar, yaitu Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.  Dari keenam provinsi itu akan dipilih satu tempat penyelenggaraan melalui mekanisme beauty contest

Sekjen Partai Golkar Sumarsono mengakui bahwa keenam provinsi itu telah menawarkan diri dan diminta untuk mengajukan proposal.  Keputusan akan dihasilkan dalam penyelenggaraan Rapat Pimpinan Nasional 12-13 Agustus besok. 

"Rapimnas akan menentukan mekanisme top-down atau bottom-up nanti di rapimnas serta tanggal dan tempat Munas yang tidak berbenturan dengan kegiatan kenegaraan," tutur Sumarsono ketika ditemui Kompas.com di ruang kerjanya di kantor DPP Golkar, Selasa (11/8). 

Dalam beauty contest tersebut, tempat penyelenggaraan akan dipilih berdasarkan kriteria baku yang sudah ditentukan oleh panitia, yaitu memiliki fasilitas hotel dan ruang rapat yang berkapasitas 2000 orang, memiliki kemampuan dan kesanggupan seluruh pembiayaan untuk 3-5 hari penyelenggaraan. 

"Jika ada yang sama-sama memenuhi keduanya maka ditentukan berdasarkan keberhasilan daerah. Ini menjadi rewards siapa yang memenangkan pileg atau pilpres kemarin," tutur Sumarsono. 

Sementara itu, tadi pagi, Wasekjend Rully Chaerul Azwar mengatakan Sulawesi Selatan merupakan tempat paling 'favorit' untuk menyelenggarakan Munas karena provinsi ini berprestasi dalam pileg dan pilpres kemarin serta tidak perlu diragukan dalam hal fasilitas. "Sekalian mengajar JK pulang kampung juga," tutur Rully. 

Selain tempat, tanggal penyelenggaraan juga akan ditentukan di Rapimnas. Hingga saat ini beredar dua opsi, yaitu sebelum pelantikan presiden atau sekitar bulan September dan setelah tanggal pelantikan atau pada saat ulang tahun Golkar sesuai tradisi Golkar selama ini. 

Namun, terkait kecenderungan yang muncul, Sumarsono sempat mengatakan Munas akan diadakan sebelum pelantikan presiden. "Tapi nanti yang menentukan Rapimnas," tandas Sumarsono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau