Pansus Belum Temukan Penghilangan Hak Pilih Secara Sistematis

Kompas.com - 11/08/2009, 19:22 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Panitia Khusus DPR RI tentang Hak Angket Daftar Pemilih Tetap belum mendapatkan bukti adanya penghilangan hak pilih secara sistematis dalam pemilu legislatif lalu. Secara umum, KPU tetap menggunakan data yang diberikan dari Pemerintah lewat dinas catatan sipil di tingkat provinsi atau kabupaten/kota.

Ketua rombongan Panitia Khusus (pansus) DPR RI Hak Angket Daftar Pemilih Tetap, Arbab Paproeka, Selasa (11/8) usai pertemuan dengan KPU se-Sumatera Barat, mengakui masih terlalu dini mengambil kesimpulan adanya kecurangan dalam penyusunan daftar pemilih tetap pada pemilu legislatif lalu.

"Masih terlalu sumir berkesimpulan ada kecurangan (penyusunan DPT) di pemilu. Semua (data) hampir mengarah pada satu hal, keterlambatan pembentukan KPU yang membuat kerja KPU terganggu. Lalu faktor-faktor lain yang ada kaitannya dengan dana. Kami belum sampai pada kesimpulan ada kesengajaan yang masif dari satu kekuatan tertentu untuk mengacaukan DPT," ucap Arbab.

Sebelumnya, Pansus ini menduga bahwa angka partisipasi pemilih yang rendah terjadi lantaran sejumlah pemilih sengaja dihilangkan hak pilih lewat suatu kekuatan yang sistematik. Di Sumatera Barat, jumlah keikutsertaan pemilih dalam pemilu legislatif berjumlah 70,46 persen. Sejumlah 29,54 persen tidak memberikan suara.

Anggota KPU Sumatera Barat, Husni Kamil Manik, mengatakan dengan waktu yang sangat singkat yakni sebulan sajauntuk menyusun DPT, KPU tidak mungkin menggunakan data diluar yang diberikan pemerintah daerah setempat.

Tentang adanya sejumlah nama yang tidak memakai nomor induk kependudukan (NIK), Husni mengatakan sejumlah nama sengaja tidak diberi NIK lantaran ada data yang berbeda dalam pencocokan dan penelitian nama calon pemilih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau